Damar Prasetyono Andalkan Potensi Jasa dan Event untuk Dongkrak Ekonomi Magelang

Media Digital
Media Digital Sabtu, 07 November 2026 16:02 WIB
Damar Prasetyono Andalkan Potensi Jasa dan Event untuk Dongkrak Ekonomi Magelang

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono (kanan) berbicara dalam Podcast Harian Jogja bertema Magelang Bergaung: Strategi Membangun Ekonomi, Melampaui Batas Potensi yang disiarkan melalui kanal YouTube Harian Jogja, Jumat (6/11/2026).

MAGELANG– Pemerintah Kota Magelang mengandalkan potensi sektor jasa, pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan penyelenggaraan event untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Strategi tersebut diperkuat dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan hal tersebut dalam Podcast Harian Jogja bertema Magelang Bergaung: Strategi Membangun Ekonomi, Melampaui Batas Potensi yang disiarkan melalui kanal YouTube Harian Jogja, Jumat (6/11/2026). Podcast yang dipandu Iwan Agastya tersebut merupakan hasil kerja sama Harian Jogja dengan Pemerintah Kota Magelang.

Damar mengatakan potensi ekonomi Kota Magelang bertumpu pada kekuatan masyarakat dan karakter daerah sebagai kota jasa dan perdagangan yang harmonis, humanis, nyaman, serta berkelanjutan.

Menurut dia, sektor pendidikan menjadi salah satu penggerak ekonomi yang cukup besar. Dengan luas wilayah 18,54 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 128.000 jiwa, Kota Magelang memiliki sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Tidar, Universitas Muhammadiyah Magelang, Poltekkes, dan Bina Patria.

Jumlah mahasiswa tahun ini hampir mencapai 25.000 orang. Sebagian besar berasal dari luar daerah sehingga kebutuhan tempat tinggal, kuliner, hingga ruang aktivitas turut menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kalau 70% mahasiswa berasal dari luar kota, kebutuhan kos saja belum mencukupi. Belum lagi kebutuhan mereka untuk nongkrong dan aktivitas lainnya. Ini memberikan efek berganda bagi perekonomian," ujarnya.

Potensi serupa juga terlihat pada sektor kesehatan dan pariwisata. Pemkot Magelang mengembangkan pelayanan kesehatan, termasuk jam operasional puskesmas hingga pukul 20.00 WIB. Sementara itu, daya tarik wisata seperti Taman Kyai Langgeng, Museum, Gunung Tidar, hingga program Jelajah Kampung terus didorong untuk menarik kunjungan wisatawan.

Damar juga menempatkan penyelenggaraan event sebagai salah satu motor penggerak ekonomi. Dengan sekitar 13.000 pelaku UMKM, berbagai kegiatan diharapkan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, dan aktivitas sektor hospitality.

Untuk memperluas dampaknya, penyelenggaraan event disesuaikan dengan skala kegiatan dan lokasi. Alun-Alun Magelang dimanfaatkan untuk kegiatan regional dan nasional, GOR Samapta untuk kegiatan berskala nasional maupun internasional, sedangkan kegiatan lokal didorong berlangsung di wilayah-wilayah.

"Harapannya, pergerakan ekonomi tidak hanya terpusat, tetapi juga menyebar ke wilayah utara, tengah, dan selatan," katanya.

Di sisi lain, Pemkot Magelang menjadikan penguatan SDM sebagai prioritas melalui program Human Capital Development. Salah satunya dengan penerapan kegiatan pendidikan karakter di sekolah mulai pukul 06.30 WIB. Langkah tersebut diharapkan membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam karakter.

Damar mengakui masih terdapat tantangan berupa kesenjangan kemampuan SDM dan keterbatasan ruang fiskal. Karena itu, pemerintah mendorong pendekatan low cost high impact, yakni menghadirkan program dengan biaya efisien tetapi memberikan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Pemkot juga memperkuat kolaborasi dengan organisasi dan dunia usaha melalui forum tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Damar mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menyukseskan program pemerintah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online