30 Lurah di Bantul Dilantik, Saatnya Membangun Kalurahan secara Inovatif

Media Digital
Media Digital Sabtu, 07 November 2026 18:52 WIB
30 Lurah di Bantul Dilantik, Saatnya Membangun Kalurahan secara Inovatif

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengambil sumpah jabatan 30 lurah baru di Pendopo Parasamya Bantul, Kamis (5/11). ./ Ist-PemkabBantul

BANTUL—Sebanyak 30 lurah hasil Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026 di Kabupaten Bantul resmi dilantik untuk masa jabatan 2026-2034. Para pemimpin baru kalurahan tersebut diharapkan membawa perubahan melalui program pembangunan yang inovatif, adaptif, serta mengakomodasi kearifan lokal.

Pelantikan digelar di Pendopo Parasamya Bantul, Kamis (5/11/2026). Dari 30 lurah yang dilantik, sebanyak 14 orang merupakan petahana dan 16 lainnya merupakan wajah baru.

Pelantikan diawali dengan pembacaan sumpah yang dipimpin Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dan diikuti oleh seluruh lurah. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin tanda jabatan di dada lurah serta penyerahan surat keputusan (SK).

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan pelantikan tersebut menjadi awal bagi para lurah untuk menjalankan amanah masyarakat. Setelah proses demokrasi pemilihan lurah selesai, para pemimpin kalurahan diminta tidak lagi membedakan warga berdasarkan pilihan politik saat pemungutan suara.

“Proses demokrasi pemilihan lurah telah selesai. Kini saatnya merangkul seluruh elemen masyarakat. Tidak ada lagi kubu pendukung nomor 1, 2, atau seterusnya. Hari ini saudara-saudara adalah pemimpin bagi seluruh warga di kalurahan masing-masing,” kata Halim seusai pelantikan, Kamis.

Halim berharap para lurah mampu menghadirkan perubahan melalui penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal). Dokumen perencanaan tersebut harus disusun secara inovatif dan adaptif dengan tetap memperhatikan kearifan lokal serta diselaraskan dengan RPJMD Kabupaten Bantul dan Pemda DIY.

Perkuat Kolaborasi

Halim juga meminta para lurah membangun kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga. Dengan demikian, program pembangunan yang direncanakan tidak hanya berdasarkan gagasan pemerintah kalurahan, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

“Kami juga minta para lurah menjaga integritas dan menghindari penyalahgunaan wewenang. Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan serta Bantuan Keuangan Khusus harus dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada kemaslahatan warga,” ucap Halim.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilur Bantul 2026, Agus Budiraharjo, mengatakan Pemilihan Lurah Serentak 2026 dilaksanakan di 30 kalurahan yang tersebar di 15 kapanewon. Pemungutan suara berlangsung pada 4 Oktober 2026 dengan jumlah 87 calon lurah.

“Dari 24 petahana yang kembali mencalonkan diri, sebanyak 14 orang berhasil terpilih kembali. Sementara 16 lurah baru terdiri dari 13 laki-laki dan tiga perempuan. Kemudian petahana yang terpilih kembali terdiri dari 12 laki-laki dan dua perempuan,” ujar Agus.

Agus menambahkan penyelenggaraan Pemilihan Lurah Serentak 2026 menghabiskan anggaran sekitar Rp6,53 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari BKK Kabupaten Bantul serta PAD, BKK, dan sumber lain dalam APBKal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online