EHEF 2026 Kembali ke Yogyakarta, Buka Peluang Generasi Muda Kuliah di Eropa
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia kembali menyelenggarakan European Higher Education Fair (EHEF) 2026 di Jogjakarta pada Rabu (4/11/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janat
SLEMAN—Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia kembali menyelenggarakan European Higher Education Fair (EHEF) 2026 di Yogyakarta. Ajang tahunan yang memasuki penyelenggaraan ketujuh ini menghadirkan perwakilan dari 69 institusi pendidikan tinggi Eropa. Kegiatan tersebut diharapkan membantu generasi muda Indonesia mengeksplorasi peluang melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh informasi mengenai program beasiswa di Eropa.
Kuasa Usaha Ad Interim Delegasi EU untuk Indonesia, Marco Bonetti, mengaku senang EHEF kembali digelar di Yogyakarta untuk ketujuh kalinya. Menurutnya, antusiasme dan energi para peserta menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, EHEF 2025 di Yogyakarta menarik lebih dari 5.000 pengunjung yang berminat menempuh pendidikan tinggi di Eropa. Sementara itu, EHEF 2026 yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali dihadiri ribuan peserta.
Marco menilai tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semangat generasi muda untuk membuka peluang dan mempersiapkan masa depan melalui pendidikan.
"Yang terpenting hari ini adalah para mahasiswa yang menatap masa depan, mereka yang sedang membuka pintu menuju masa depan," kata Marco, Rabu (4/11/2026).

Dia menjelaskan, kehadiran 69 institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara Eropa bertujuan membantu peserta mengenali potensi dan mengeksplorasi kesempatan pendidikan yang sesuai dengan minat mereka.
Melalui EHEF, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai berbagai program studi dan peluang beasiswa. Selain itu, mereka juga berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan perwakilan universitas untuk mengetahui lebih jauh persyaratan dan proses pendaftaran.
"Tujuan kita berkumpul di sini adalah untuk menggali dan membuka potensi para mahasiswa tersebut," tuturnya.
Marco meyakini kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Uni Eropa dapat memberikan dampak penting bagi masa depan kedua pihak. Menurutnya, Indonesia dan EU telah menjalin kemitraan jangka panjang di bidang pendidikan yang diperkuat melalui pertukaran pelajar, kolaborasi antaruniversitas, serta berbagai inisiatif akademik yang didukung EU dan negara-negara anggotanya.
Bagi Marco, pendidikan juga menjadi bagian penting dari strategi EU Global Gateway yang bertujuan membangun hubungan jangka panjang yang kuat dan tepercaya. Upaya tersebut diwujudkan melalui investasi pada pengembangan sumber daya manusia, keterampilan, penelitian, dan inovasi.
"Kami yakin inisiatif ini penting, baik bagi Uni Eropa maupun Indonesia. Kita berbagi masa depan bersama dan menginginkan masa depan yang cerah bagi semua orang," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, menyambut baik penyelenggaraan EHEF sebagai wadah bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang pendidikan tinggi di Eropa.
Menurut Wening, kegiatan semacam ini penting untuk meningkatkan modal sosial (social capital) sekaligus memperluas akses pendidikan. Sebab, pendidikan tinggi masih menjadi sesuatu yang mudah dijangkau bagi sebagian orang, tetapi menjadi kemewahan bagi kelompok masyarakat lainnya.
Kehadiran EHEF diharapkan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda yang selama ini menghadapi keterbatasan akses informasi maupun peluang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Dia juga berharap EHEF 2026 dapat membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi di Indonesia dan Eropa, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pertukaran akademik.
"Jadi, ini kesempatan yang luar biasa sehingga kita membukakan jalan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya dari DIY," tuturnya.
Senada dengan Wening, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail, mengatakan Yogyakarta telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi pendidikan utama di Indonesia.
Menurutnya, EHEF memberikan nilai tambah bagi ekosistem pendidikan di Yogyakarta dengan mempertemukan pelajar lokal dan komunitas akademik dengan berbagai institusi pendidikan tinggi dari Eropa.
"Inisiatif ini merupakan inisiatif yang sangat bagus untuk Jogjakarta sebagai kota pelajar, kota pendidikan. Jogjakarta tentu saja sangat menyambut baik inisiatif untuk kerja sama dalam bidang pendidikan," tuturnya.
Ghofar berharap kesempatan tersebut dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus mempererat hubungan pendidikan antara Yogyakarta dan komunitas internasional.
"Para pemuda-pemudi di Jogjakarta mendapatkan kesempatan mengakses universitas-universitas yang ada di Eropa. Ini adalah pintu yang sangat-sangat bagus buat menimba pengalaman, menimba ilmu, dan juga memperluas wawasan bagi pelajar maupun mahasiswa yang belajar di Jogja," tegasnya.
Antusiasme terhadap EHEF 2026 juga dirasakan salah satu pengunjung, Katryna Larasti. Mahasiswi UGM tersebut datang untuk mencari informasi mengenai berbagai peluang melanjutkan studi di Eropa.
Menurut Katryna, kehadiran EHEF sangat membantu calon mahasiswa yang masih membutuhkan informasi mengenai proses pendaftaran perguruan tinggi di luar negeri.
"Menurut aku sangat membantu, kita yang kayak masih bingung nih gimana cara kita buat apply ke luar negeri, terus kita bisa tanya langsung ke orangnya," tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Katryna juga dapat memperoleh gambaran mengenai kehidupan kampus di Eropa, prosedur pendaftaran, hingga peluang mendapatkan beasiswa.
"Kita bisa lebih tahu gimana kehidupan di kampus sana, gimana caranya kita apply juga, terus ada mungkin scholarship juga," imbuh Katryna.
Secara pribadi, Katryna berharap kegiatan tersebut dapat terus diselenggarakan setiap tahun karena memberikan manfaat bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dia juga berharap jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi dapat terus bertambah.
"Mungkin setiap tahun bisa diadakan karena sangat membantu, sangat helpful, terus bisa ditambah juga kampusnya," tandasnya.
Dukungan Delegasi Uni Eropa, UGM, dan Pemda DIY menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas kesempatan pendidikan serta memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Eropa. Melalui EHEF, upaya tersebut diwujudkan dengan memfasilitasi interaksi langsung antara pelajar dan institusi pendidikan tinggi Eropa, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kemitraan pendidikan yang lebih luas. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Foto Gibran diturunkan saat audiensi Forum Kebangsaan DIY di DPRD DIY. Dewan menyebut aksi itu spontanitas peserta, bukan inisiatif mereka.
Sebanyak 11.129 peserta BPJS PBI Kulonprogo dinonaktifkan pada November 2026. Pemkab menyiapkan anggaran Rp19,8 miliar untuk jaminan kesehatan warga miskin.
Peserta KB aktif di Kota Jogja naik 9,54% hingga September 2026. Penggunaan MAL tumbuh 80,95% dibandingkan Desember 2025.
Puskesmas Girimulyo II Kulonprogo melayani hingga 150 pasien per hari saat imunisasi, tetapi masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan.
Donald Trump mengancam memveto inisiatif undang-undang Demokrat jika partai oposisi menguasai mayoritas Kongres AS.