RS Saras Adyatma Bantul Layani Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji 2027

Media Digital
Media Digital Rabu, 04 November 2026 15:02 WIB
RS Saras Adyatma Bantul Layani Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji 2027

Petugas kesehatan RS Saras Adyatma Bantul saat melakukan pemeriksaan medis kepada jemaah calon haji pada Rabu (4/11/2026)./ Harian Jogja - Yosef Leon

BANTUL—Rumah Sakit Saras Adyatma Bantul mulai melayani pemeriksaan kesehatan penunjang bagi calon jemaah haji Kabupaten Bantul untuk keberangkatan 2027. Pemeriksaan meliputi laboratorium, radiologi, hingga rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG) guna memastikan kesiapan kesehatan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Saras Adyatma Bantul, Veronika Agniwidhiana, mengatakan pelayanan pemeriksaan kesehatan tersebut telah dimulai pada awal November 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga Desember mendatang. Calon jemaah yang akan menjalani pemeriksaan dikoordinasikan oleh puskesmas masing-masing untuk selanjutnya mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

"Pelaksanaannya dijadwalkan secara bertahap. Kami berkoordinasi dengan puskesmas untuk mengetahui jumlah calon jemaah yang harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit," kata Veronika, Rabu (4/11/2026).

Dia mencontohkan, calon jemaah haji dari Puskesmas Bambanglipuro dijadwalkan menjalani pemeriksaan mulai Rabu hingga Sabtu. Pelayanan dibagi dalam beberapa gelombang untuk menghindari penumpukan pasien. Hal ini dilakukan karena rumah sakit juga tetap melayani pasien dari poliklinik lainnya secara reguler.

Selain Bambanglipuro, sejumlah puskesmas lain di wilayah selatan Bantul juga masuk dalam koordinasi pelayanan, di antaranya Puskesmas Kretek dan Pundong. Jumlah calon jemaah yang diperiksa disesuaikan dengan data dan jadwal dari masing-masing puskesmas.

"Pemeriksaan penunjang yang dilakukan di tempat kami meliputi pemeriksaan EKG atau rekam jantung jika calon jemaah belum menjalani pemeriksaan tersebut di puskesmas masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, pemeriksaan laboratorium meliputi pengecekan gula darah, kimia darah, darah rutin, dan urine rutin. Khusus bagi perempuan usia subur, pemeriksaan juga dapat dilengkapi dengan tes kehamilan. Adapun pemeriksaan radiologi dilakukan melalui rontgen dada.

"Untuk jemaah yang lanjut usia (lansia), tahapan dan pemeriksaannya sama dengan calon jemaah lainnya," kata Veronika.

Hasil pemeriksaan nantinya dimasukkan ke dalam aplikasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes). Data tersebut dapat diakses dan dipadukan dengan hasil pemeriksaan yang dimiliki puskesmas.

Apabila ditemukan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, calon jemaah akan dirujuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD) atau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tingkat lanjutan.

"Untuk kami di sini fokus pada pemeriksaan penunjangnya, yakni laboratorium dan radiologi. Kalau memang ada penyakit yang membutuhkan penanganan tingkat lanjut, nanti dirujuk ke fasyankes lain," ujarnya.

Pelayanan pemeriksaan kesehatan penunjang tersebut direncanakan berlangsung hingga Desember 2026, menyesuaikan tahapan pemeriksaan calon jemaah haji menjelang keberangkatan 2027. Melalui persiapan kesehatan yang optimal, diharapkan para jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online