Advertisement
BTPN Syariah dan UNU Gelar UMKM Expo 2026
BTPN Syariah berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menggelar UMKM Expo 2026 sebagai langkah pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro berbasis pembelajaran mahasiswa. Hal ini menjadi bagian dari integrasi program keuangan inklusif BTPN Syariah dengan mata kuliah Kewirausahaan melalui pendekatan Project/Based Learning. / ist
Advertisement
JOGJA—BTPN Syariah berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menggelar UMKM Expo 2026 sebagai langkah pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro berbasis pembelajaran mahasiswa. Hal ini menjadi bagian dari integrasi program keuangan inklusif BTPN Syariah dengan mata kuliah Kewirausahaan melalui pendekatan Project-Based Learning.
UMKM Expo 2026 merupakan puncak rangkaian pembelajaran mahasiswa baru UNU Yogyakarta yang melibatkan sekitar 500 mahasiswa dalam pendampingan 106 nasabah pembiayaan BTPN Syariah dari sektor kuliner, jasa, hingga kerajinan. Melalui metode Project-Based Learning (PBL), mahasiswa tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga terjun langsung mendampingi perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Advertisement
Dari seluruh kelompok pendampingan tersebut, dilakukan proses seleksi untuk menentukan empat kelompok terbaik serta lima kelompok dengan capaian penjualan tertinggi selama Expo. Seleksi ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja mahasiswa sekaligus dampak ekonomi yang dihasilkan bagi para nasabah.
Sebagai bank yang berfokus pada keuangan inklusif, BTPN Syariah menegaskan komitmennya pada pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro. Pendekatan ini memastikan pembiayaan berjalan beriringan dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas, sekaligus menanamkan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu.
BACA JUGA
Dalam sambutannya, Komisaris Utama Bank BTPN Syariah, Kemal Azis Stamboel, menegaskan pentingnya pemberdayaan UMKM bagi keberlanjutan ekonomi nasional.
“Pemberdayaan UMKM, khususnya para ibu yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, adalah fondasi penting untuk memastikan roda perekonomian Indonesia terus bergerak. Di BTPN Syariah, kami percaya bahwa ketika perempuan diberikan akses pembiayaan yang tepat sekaligus pendampingan, mereka tidak hanya akan mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga membawa perubahan bagi keluarga dan komunitas di sekitarnya.
Karena itu, kami sangat menyambut baik keterlibatan berbagai pihak dalam menghadirkan lebih banyak peluang bagi masyarakat inklusi. Kolaborasi seperti ini menjadi penguat bahwa pemberdayaan adalah kerja bersama dan semakin banyak pihak yang turun tangan, semakin besar dampak yang bisa kita hadirkan,” ujar Kemal.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan Global, Transformasi Bisnis Digital Industri dan Pendanaan Kreatif UNU Yogyakarta, Ian Agisti Dewi Rani, turut mengapresiasi partisipasi aktif mahasiswa dalam program pendampingan tersebut.
“Mahasiswa telah menunjukkan peran nyata dalam membantu UMKM dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui UMKM Expo 2026, kolaborasi BTPN Syariah dan UNU Yogyakarta diharapkan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor keuangan syariah dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang inklusif serta berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro di berbagai sektor usaha. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Advertisement
Daftar Istilah yang Muncul dalam Perseteruan SEAblings dan Knetz
Advertisement
Advertisement
Advertisement







