Advertisement
PLN Siagakan 1.700 Personel Hadapi Cuaca Ekstrem
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (PLN UID Jateng dan DIY) mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada menghadapi cuaca ekstrem di Jawa Tengah dan DIY, seiring peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini ditegaskan manajemen PLN setelah BMKG memprediksi potensi hujan lebat disertai kilat - petir dan angin kencang yang berisiko mengganggu kelistrikan. / ist
Advertisement
SEMARANG—PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (PLN UID Jateng dan DIY) mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada menghadapi cuaca ekstrem di Jawa Tengah dan DIY, seiring peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini ditegaskan manajemen PLN setelah BMKG memprediksi potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang berisiko mengganggu kelistrikan.
BMKG sebelumnya memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan DIY sebagai bagian dari mitigasi bencana hidrometeorologi. Dinamika atmosfer yang masih aktif dinilai berpotensi memicu gangguan, termasuk terhadap infrastruktur kelistrikan.
Advertisement
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PLN UID Jateng dan DIY memastikan kesiapsiagaan operasional selama 24 jam. General Manager PLN UID Jateng dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menyebut keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Sesuai dengan peringatan dini dari BMKG, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. PLN telah menyiagakan 1.700 lebih personel operasional dan infrastruktur pendukung selama 24 jam untuk mengantisipasi serta menangani potensi gangguan akibat cuaca ekstrem,” ujar Bramantyo.
BACA JUGA
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan pohon tumbang menimpa jaringan listrik sehingga kabel menjuntai, serta munculnya genangan air di area instalasi listrik pelanggan yang berisiko membahayakan keselamatan.
Untuk mengurangi risiko bahaya kelistrikan saat cuaca ekstrem, PLN membagikan tiga tips keselamatan kepada masyarakat:
Matikan aliran listrik ketika air mulai memasuki rumah dengan memutus Miniature Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter guna mencegah risiko sengatan listrik.
Cabut seluruh peralatan elektronik dari stopkontak untuk menghindari arus pendek. Jika genangan meningkat, pindahkan perangkat ke lokasi yang lebih tinggi dan aman.
Periksa kembali instalasi listrik dan pastikan seluruh peralatan benar-benar kering sebelum digunakan setelah tergenang air guna mencegah korsleting.
“Air merupakan konduktor kuat yang sangat berbahaya bagi sistem kelistrikan rumah tangga. Mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan khususnya saat hujan lebat yang berpotensi banjir,” tambah Bramantyo.
PLN juga mengimbau masyarakat segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan atau gangguan jaringan melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center 123. Laporan cepat dari masyarakat dinilai membantu petugas melakukan respons, termasuk penghentian sementara pasokan listrik bila diperlukan demi keselamatan.
Dengan peningkatan kesiapsiagaan personel serta dukungan informasi dini dari BMKG, PLN UID Jateng dan DIY berharap masyarakat dapat menghadapi cuaca ekstrem dengan aman, sekaligus memastikan instalasi listrik rumah tangga tetap terlindungi dari risiko gangguan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Pelajar SD Tewas Tenggelam di Bendungan Sungai Winongo Bantul
Advertisement
Daftar Istilah yang Muncul dalam Perseteruan SEAblings dan Knetz
Advertisement
Advertisement
Advertisement






