Advertisement
Pemkot Jogja Jaga Harga Pangan Ramadan Tetap Stabil
High Level Meeting TPID Kota Jogja di Balaikota Jogja pada Rabu (25/2/2026). - Harian Jogja - Stefani Yulindriani
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Harga pangan Jogja menjelang Ramadan hingga Lebaran 2026 dipastikan tetap stabil oleh Pemerintah Kota Jogja melalui pengendalian inflasi dan pengawasan distribusi komoditas strategis. Hal ini ditegaskan Wali Kota Jogja seusai rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan pengendalian harga menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk menekan potensi lonjakan inflasi selama Ramadan hingga Lebaran. Pemkot Jogja secara rutin memantau sejumlah komoditas kelompok makanan maupun nonmakanan yang berpotensi mengalami kenaikan harga dalam periode tersebut.
Advertisement
Menurut Hasto, komoditas pangan yang kerap memicu inflasi antara lain cabai, bawang merah, beras, daging sapi, daging ayam, serta telur. Selain itu, komoditas nonpangan seperti emas juga masuk dalam daftar perhatian karena dinilai turut memengaruhi angka inflasi daerah.
Selama periode menjelang Ramadan, Pemkot Jogja memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah kota dalam kondisi mencukupi. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga yang dapat terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
BACA JUGA
Ia menilai tantangan utama menjaga stabilitas harga pangan Jogja bukan hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga menjamin keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Karena itu, pemerintah terus memantau rantai distribusi agar tidak terjadi hambatan selama Ramadan.
“Stok cukup, bahkan sangat cukup. Tapi jangan sampai cukup tetapi harganya naik. Kalau mahal, masyarakat tetap tidak bisa mengakses,” katanya dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jogja di Balaikota Jogja pada Rabu (25/2/2026).
Pemkot Jogja juga bekerja sama dengan Perum Bulog DIY untuk menyediakan beras dengan harga Rp11.000 per kilogram, sementara harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp12.500. Selain itu, pemerintah memastikan minyak goreng dijual sesuai HET sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga.
Pada periode Februari–Maret 2026, Perum Bulog DIY juga menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 25.000 kepala keluarga (KK) penerima manfaat di Kota Jogja. Program tersebut mencakup bantuan beras dan minyak goreng sebagai intervensi langsung untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,16% secara bulanan (month to month/MtM) dan inflasi tahunan sebesar 3,30% (year on year/YoY).
“Meski secara umum terkendali, ada potensi tekanan inflasi pada sejumlah komoditas pangan strategis menjelang Ramadan dan Idul Fitri, khususnya bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Ketidakstabilan harga pangan dipengaruhi fluktuasi produksi lokal, ketidakpastian global, serta dinamika perubahan cuaca,” katanya.
Ia menekankan pentingnya stabilisasi harga pangan Jogja melalui penguatan cadangan pangan serta kebijakan tarif dan tata niaga yang tepat agar tekanan inflasi dapat dikendalikan selama periode Ramadan hingga Lebaran. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Perbaikan 11 Ruas Jalan dan 3 Jembatan Sleman Diperbaiki Usai Lebaran
Advertisement
Thailand Pangkas Kadar Gula Minuman: Thai Tea dan Kopi Lebih Sehat
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






