Advertisement
Lewat Membaca, Warga Diajak Atasi Masalah Stunting
Suasana pelaksanaan bedah buku berjudul Stunting pada Anak: Pendekatan Keperawatan Berbasis Keluarga dan Komunitas di Balai Perdukuhan Sawahan 13, Jatiayu, Karangmojo, Rabu (11/3/2026).Harian Jogja - David Kurniawan
Advertisement
GUNUNGKIDUL-Anggota DPRD DIY, Purwanto mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting pada anak. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara bedah buku berjudul Stunting pada Anak: Pendekatan Keperawatan Berbasis Keluarga dan Komunitas yang digelar di Balai Perdukuhan Sawahan 13, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Rabu (11/3/2026).
“Stunting harus dicegah dan pelaksanaannya butuh partisipasi aktif dari masyarakat,” kata Purwanto, Rabu siang.
Advertisement
Menurut dia, penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas dari Pemda DIY. Terlebih lagi, sambung Purwanto, di Kapanewon Karangmojo angka stunting terhitung tinggi sehingga upaya pencegahan harus dioptimalkan. “Pertama, harus mengetahui ciri-ciri stunting, yakni pertumbuhan tidak seperti anak normal karena tinggi badan tergolong pendek,” katanya.
Politikus Gerindra ini menambahkan bahwa masalah stunting tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang anak, tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan dan kondisi fisik lebih rentan terhadap serangan penyakit. “Makanya harus dicegah karena menjadi bagian untuk mencetak generasi emas yang unggul dan berkualitas,” katanya.
Salah satu upaya pencegahan bisa dilakukan dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif kepada bayi. Selain itu, juga harus didukung dengan pemenuhan gizi yang baik sehingga dapat mendukung tumbuh kembang pada anak. “1.000 hari pertama kehidupan menjadi kunci. Makanya, tidak boleh disepelekan dan pemberian ASI secara ekslusif juga bisa membantu dalam upaya mencegah terjadinya stunting pada anak,” katanya.
Bedah buku tersebut, kata dia, bukan hanya menjadi bagian dari edukasi berkaitan dengan pencegahan stunting, tetapi juga salah satu langkah pemerintah meningkatkan minat baca masyarakat. “Tingkat kegemaran membaca dan budaya literasi di masyarakat masih rendah, makanya berharap dengan bedah buku ini bisa ditingkatkan,” kata Purwanto.
Salah seorang peserta bedah buku, Anwar Zayid mengaku senang dengan kegiatan ini. Dengan buku yang diberikan, dia mendapatkan wawasan tambahan berkaitan dengan pencegahan stunting. “Tentu memberikan banyak manfaat karena bisa belajar untuk ikut berperan dalam mencegah stunting,” katanya.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan kegiatan bedah buku yang digelar oleh DPAD DIY dan DPRD DIY merupakan upaya untuk meningkatkan minat dan daya baca di masyarakat.
Menurut dia, upaya meningkatkan literasi bukan tanpa alasan karena masih rendah. Diharapkan dengan program bedah buku yang terselenggara bersama dengan DPRD DIY bisa berdampak terhadap minat membaca di masyarakat.
“Karena ada penelitian di Jepang, bahwa dengan membaca dan menulis menggunakan pensil juga bisa mengurangi tingkat kepikunan,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Libur Lebaran 2026: Polisi Antisipasi Macet di Penyangga Malioboro
Advertisement
Piche Kota Jebolan Indonesia Idol Ditahan Polisi Kasus Asusila
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



