Advertisement
Dengan Mengolah Sampah, Penghasilan Warga Bisa Bertambah
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik (ketiga dari kiri) memaparkan materinya dalam bedah buku Kelola Sampah Jadi Berkah di Balai Perdukuhan Tahunan, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, Rabu (15/4/2026)Harian Jogja - David Kurniawan
Advertisement
GUNUNGKIDUL-Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam pengelolaan sampah. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Kelola Sampah Jadi Berkah di Balai Perdukuhan Tahunan, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul Rabu (25/4/2026). “Warga harus ikut berperan agar sampah tidak menjadi sumber masalah,” kata Gus Im, sapaan akrabnya.
Menurut dia, partisipasi untuk mengolah sampah hingga saat ini masih butuh terus ditingkatkan. Cara pandang bahwa pengolahan sampah merupakan tugas dari petugas pemungut sampah harus diubah karena masyarakat juga bisa ikut berperan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memilah dan memilih dengan memisahkan jenis sampah mulai dari yang organik maupun yang bukan.
Advertisement
“Selama ini masih banyak yang membuang sampah menjadi satu, tanpa memisahkan berdasarkan jenis. Akibatnya, proses pengolahan jadi lebih sulit,” katanya.
Menurut dia, penanganan sampah tidak hanya dengan mengolah. Pasalnya, apabila kegiatan ini ditekuni dengan baik, maka tidak hanya menyelesaikan tentang persoalan sampah, tetapi juga ada potensi guna menambah penghasilan.
BACA JUGA
“Cara mudahnya sampah yang telah dipilah diserahkan ke bank sampah yang sekarang sudah banyak komunitasnya. Tapi, kalau ingin nilai yang lebih maka harus diolah dan dikreasikan,” katanya.
Politikus PKS ini mencontohkan, sampah dari botol plastik memiliki potensi, karena saat diolah bisa diubah menjadi berbagai aneka kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.
Itulah sebabnya, dengan bedah buku tersebut, wawasan mengenai pengolahan sampah para peserta tidak hanya bertambah, tetapi mereka juga bisa mengimplementasikan dalam upaya memecahkan berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat.
“Sesuai dengan tagline membaca buku bisa menjadi karya, maka saya berharap kepada masyarakat untuk ikut mengimplementasikan. Dengan memahami, mengerti ini dari buku dan mengimplementasikannya, maka tidak hanya membantu dalam menangani sampah, tapi juga ada peluang menambah penghasilan dari kegiatan tersebut,” kata dia.
Salah seorang peserta bedah buku, Dwi Sapto Laksono mengaku senang dengan kegiatan bedah buku yang digelar di Balai Perdukuhan Tahunan.
Dia mengaku, bahwa program ini tidak hanya untuk mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menambah wawasan berkaitan dengan cara mengolah sampah yang baik dan benar.
Sepintas, kata dia, membaca dari buku yang diberikan terdapat cara-cara pengelolaan sampah yang baik dan benar. Bahkan, juga ada potensi-potensi pengolahan yang bisa mendatangkan uang untuk menambah penghasilan yang sudah diraih selama ini.
“Bukunya bagus dan mudah dipahami. Yang terpenting, kami bertambah wawasannya tentang pengolahan sampah yang baik,” kata Sapto.
Program Literasi
Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan acara bedah buku di Balai Perdukuhan Tahunan terselenggara berkat kerja sama DPAD DIY dan DPRD DIY.
Program ini menjadi upaya mengampanyekan program literasi agar minat baca di masyarakat bisa lebih meningkat.
Salah satu upaya DPAD DIY untuk mengampanyekan program tersebut adalah bantuan buku untuk sejumlah kalurahan sebanyak 500 judul. “Program sudah selesai dilakukan dengan total 1.000 buku di setiap kalurahan. Ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca karena lokasinya juga relatif dekat,” katanya.
Berdasarkan penelitian terbaru, kata Hadi, membaca buku tidak hanya menambah pengetahuan. Aktivitas membaca yang diikuti menulis dengan tangan 10 menit di setiap harinya bisa memperpanjang usia karena mengurangi risiko kepikunan.
“Itulah, kami berkomitmen untuk terus mengkampanyekan gerakan membaca buku karena saat dilakukan di rumah, kebiasaan baik ini bisa ditiru oleh anggota keluarga lainnya, khususnya anak,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
Proyek Kelok 23 di Bantul Dongkrak Harga Lahan Hingga 6 Kali Lipat
Advertisement
Cukup Beberapa Menit, Aktivitas Ini Turunkan Risiko Penyakit
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






