Petani Dikenalkan Teknik Bawang Asal Biji lewat Bedah Buku
Potensi tersebut mengemuka dalam bedah buku Budi Daya Bawang Merah Asal Biji yang digelar di Balai Padukuhan Kampung, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Rabu
Peserta mengikuti bedah buku bertajuk Pemasaran Digital Ekonomi Kreatif Usaha Ibu Rumah Tangga di Numpukan, Karangtengah, Imogiri, Bantul, Jumat (8/5). / Harian Jogja - Yosef Leon
BANTUL - Upaya meningkatkan literasi masyarakat terus didorong Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY melalui bedah buku bertajuk Pemasaran Digital Ekonomi Kreatif Usaha Ibu Rumah Tangga di Numpukan, Karangtengah, Imogiri, Bantul, Jumat (8/5). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Anggota DPRD DIY, Nur Subiyantoro, mengatakan pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan budaya membaca dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Menurut dia, materi mengenai industri kreatif dan digitalisasi ekonomi sangat relevan dengan kondisi saat ini, terlebih di wilayah tersebut terdapat banyak pelaku UMKM yang membutuhkan penguatan daya saing.
“Harapannya UMKM masyarakat di sini bisa naik kelas, punya daya saing dan pasar yang bagus. Ibu-ibu rumah tangga bisa memiliki tambahan penghasilan sehingga dapat membantu kebutuhan keluarga,” katanya.
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, menjelaskan bedah buku menjadi salah satu program rutin DPAD DIY untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Ia menyebut dalam satu tahun terdapat sekitar 200 kali pelaksanaan bedah buku dan kegiatan di Imogiri tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke50 lebih pada tahun ini.
“Kami bersyukur kegiatan ini terus mendapat dukungan masyarakat. Minat baca di DIY memang termasuk tinggi secara nasional, tetapi masih perlu ditingkatkan karena generasi sekarang lebih suka membaca lewat HP yang tentu punya banyak gangguan sehingga kurang fokus,” ujarnya.
Hadi menambahkan DPAD DIY juga menyediakan perpustakaan digital Jogja yang dapat diakses melalui telepon genggam dengan koleksi sekitar 20.000 judul buku.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber Ahmad Makarim menjelaskan pemasaran digital kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha rumahan. Menurut dia, media digital membuka peluang usaha kecil untuk menjangkau pasar lebih luas hanya melalui telepon genggam.
“Dulu usaha rumahan hanya menjual ke tetangga dengan promosi dari mulut ke mulut. Sekarang pembeli bisa datang dari luar daerah dan produk lebih mudah ditemukan secara online,” katanya.
Ia memaparkan penerapan digital marketing yang tepat bahkan dapat meningkatkan omzet UMKM hingga 40%. Ahmad menjelaskan sejumlah tahapan membangun bisnis rumahan mulai dari penataan administrasi dan legalitas usaha, membuka etalase digital melalui media sosial dan marketplace, membuat promosi yang menarik hingga evaluasi usaha secara berkala.
Narasumber lainnya, Umi Latifah, menekankan pentingnya literasi digital bagi ibu rumah tangga yang menjalankan usaha rumahan. Menurut dia, digitalisasi usaha menjadi solusi bagi perempuan untuk memperoleh penghasilan tambahan tanpa meninggalkan tanggung jawab domestik.
Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dalam paparannya, Umi mencontohkan perusahaan besar seperti Kodak dan Nokia yang gagal bertahan karena tidak mampu mengikuti perubahan digital.
Selain itu, peserta dikenalkan dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif seperti kuliner, kriya, fotografi, musik, hingga desain visual serta pemanfaatan alat digital marketing seperti Google Trends, Google Bisnisku, email, cloud computing, dan Google Sheet untuk mendukung pengembangan usaha. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Potensi tersebut mengemuka dalam bedah buku Budi Daya Bawang Merah Asal Biji yang digelar di Balai Padukuhan Kampung, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Rabu
FIFA menjatuhkan skorsing lima pertandingan kepada Assim Madibo setelah tekel kerasnya menyebabkan Ismael Kone mengalami patah tulang pada Piala Dunia 2026.
Meta dikabarkan mengembangkan Arena, aplikasi prediksi berbasis AI yang dipersiapkan untuk menantang dominasi Polymarket dan Kalshi di pasar global.
Rasa kantuk setelah berhubungan intim ternyata dipengaruhi hormon oksitosin, prolaktin, dan endorfin yang membantu tubuh lebih rileks dan tidur nyenyak.
Rupiah kembali melemah pada perdagangan 25 Juni 2026 ke level Rp17.963 per dolar AS dan semakin dekat dengan level psikologis Rp18.000.
Veda Ega Pratama membawa modal positif menuju Moto3 Belanda 2026 di Assen setelah finis kelima di GP Republik Ceko dan naik ke posisi enam klasemen.