Imigrasi Jogja Gagalkan Keberangkatan 13 WNI Diduga Haji Nonprosedural
Imigrasi Yogyakarta menggagalkan keberangkatan 13 WNI diduga calon haji nonprosedural melalui Bandara YIA selama April-Mei 2026.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik (berdiri) saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Mudah dan Sukses Ternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Patuk, Senin (25/5).
GUNUNGKIDUL - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY kembali menggelar bedah buku. Pada Senin (25/5), bedah buku digelar di Balai Padukuhan Nglanggeran Wetan, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan kegiatan bedah buku tidak hanya untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Pasalnya, kegiatan ini juga bisa menjadi peluang berusaha agar pendapatan yang diperoleh dapat meningkat. Menurut dia, hal ini sesuai dengan tagline salam literasi, “Ayo Membaca Ayo Berkarya”.
Dalam bedah buku, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru, tetapi juga dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.
“Ada buku yang diberikan sehingga bisa dipelajari secara lebih saksama sehingga nantinya bisa dijalankan untuk jadi usaha baru,” kata Gus Im, sapaan akrabnya, saat menjadi narasumber bedah buku berjudul Mudah dan Sukses Ternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Nglanggeran Wetan, Senin (25/5).
Menurut dia, buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi karena banyak memuat cara pemeliharaan ayam kampung super atau yang sering disebut ayam Jawa super (Joper).
“Saya punya teman yang memelihara 6.000 ekor dan setiap panen bisa untung sekitar Rp30 juta. Tentunya, buku yang diberikan bisa dipelajari untuk kemudian diimplementasikan,” katanya.
Meski demikian, Imam mengingatkan bahwa budi daya tidak harus dilakukan dalam skala besar. Di awal usaha dapat dimulai dengan skala kecil sehingga saat berhasil bisa terus dikembangkan.
Menurut dia, ada beberapa kunci sukses untuk beternak ayam yang bisa dipanen dalam dua bulan. Pertama, berkaitan dengan pemilihan bibit unggul yang didukung proses pembuatan kandang yang representatif. Kedua, menyangkut ketersediaan pakan yang harus mencukupi selama masa pemeliharaan.
Agar bisa sukses, peternak juga tidak boleh mengesampingkan pentingnya pemasaran hasil ternak.
“Budi daya ini bisa diterapkan dan saya yakin bisa menjadi sumber penambahan pendapatan keluarga,” katanya.
Narasumber bedah buku, Tri Iwan Isbumaryani, mengatakan bedah buku yang diselenggarakan di Balai Padukuhan Nglanggeran Wetan sangat inspiratif. Pasalnya, kegiatan ini dapat menjadi peluang usaha guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Buku ini penting karena menjelaskan tentang potensi dan cara beternak ayam joper. Jika berminat, bisa mempelajari bukunya secara lebih saksama,” kata Tri.
Dia menjelaskan, ayam joper merupakan persilangan dari ayam petelur dengan ayam kampung. Peminatnya juga banyak karena banyak konsumen di masyarakat yang membutuhkan.
Untuk budi daya, masyarakat dapat memilih jenis anakan atau pembesaran. Keduanya sama-sama menguntungkan karena memiliki banyak peminat.
“Untuk anakan setelah menetas bisa laku Rp10.000 per ekor, sedangkan untuk pembesaran selama dua bulan langsung siap jual dengan harga yang tinggi,” katanya.
Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Hari Setyawan, mengatakan bedah buku terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca di masyarakat.
Menurut dia, kegiatan literasi tidak hanya dilakukan melalui bedah buku. Pasalnya, akses membaca kini juga dapat dilakukan melalui perpustakaan digital milik DPAD DIY.
“Sudah ada aplikasinya. Kami juga ingin mengenalkan kepada masyarakat tentang buku anak digital yang bisa diakses untuk anak-anak,” katanya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi Yogyakarta menggagalkan keberangkatan 13 WNI diduga calon haji nonprosedural melalui Bandara YIA selama April-Mei 2026.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.