Masalah Sampah Belum Tuntas, Kontribusi Warga Dibutuhkan

Media Digital
Media Digital Sabtu, 11 Juli 2026 09:52 WIB
Masalah Sampah Belum Tuntas,  Kontribusi Warga Dibutuhkan

Para narasumber hadir dalam bedah buku berjudul Kelola Sampah jadi Berkah di Gedung RTHP Kelurahan Tegal Panggung RW 1 Ledok Tukangan Danurejan, Kota Jogja, Jumat (10/7).

JOGJA - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY menggelar bedah buku berjudul Kelola Sampah Jadi Berkah di Gedung RTHP Kelurahan Tegal Panggung RW 1 Ledok Tukangan, Danurejan, Kota Jogja, Jumat (10/7). Melalui bedah buku ini, masyarakat Kota Jogja diajak untuk mengurangi dan mengelola sampah.

Penulis buku Kelola Sampah Jadi Berkah, Tardi Al Fatih, mengatakan ada dua hukum sampah. Pertama, semua orang adalah penghasil sampah, dan kedua, semua orang tidak mau ketempatan sampah.

Dia mengatakan, di Kota Jogja masalah sampah masih menjadi tantangan serius sehingga mendorong lahirnya berbagai inisiatif, termasuk Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS). Menurutnya, persoalan ini semakin mendapat perhatian setelah penutupan TPA Piyungan sehingga diperlukan keterlibatan seluruh masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari rumah.

“Mas JOS itu betul, ada lima hal, pilah sampah, kelola sampah anorganik ke bank, kelola sampah organik, habiskan makanan, dan kelima, gunakan wadah berulang,” ujar dia.

Sementara itu, pembahas buku, Agung Nugroho, meminta agar masyarakat tidak menyepelekan sampah dan membiasakan untuk melakukan pemilahan. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi langkah sederhana, tetapi penting untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Dia menjelaskan, sampah yang tercampur akan menyulitkan proses pengolahan sehingga harus dipilah kembali. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan.

Pustakawan Ahli Pertama DPAD DIY, Hari Setiawan, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk membudayakan kegemaran membaca di masyarakat. Dia mengatakan, sampah menjadi topik yang penting untuk dibahas.

Hari menuturkan, pihaknya kerap mendapat pertanyaan mengenai manfaat yang dirasakan masyarakat setelah membaca. Karena itu, program literasi kini diarahkan agar mampu memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami rasa buku mengenai pengelolaan sampah ini sangat cocok untuk dibedah di daerah ini,” ujarnya.

Dia berharap melalui kegiatan ini masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan baru dan bertanya langsung kepada narasumber terkait pengelolaan sampah yang benar.

“Kami berharap tidak berhenti di sini, melainkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk pengelolaan sampah rumah tangga,” jelasnya.

Pengelolaan Sampah

Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Muhammad Syafi’i, menjelaskan ada tiga hal terkait pengelolaan sampah. Pertama, mengurangi sampah dengan menggunakan barang yang bisa dipakai berulang. Dia mencontohkan, dalam kegiatan perkumpulan dapat menggunakan gelas, bukan minuman kemasan.

Kedua, memilah sampah. Upaya memilah sampah menurutnya bukan hal yang mudah karena harus mengubah budaya. Dan terakhir yang lebih sulit adalah mengolah sampah, terutama sampah organik.

“Pilihan tema ini sangat tepat karena hari ini sampah masih menjadi masalah, khususnya di Kota Jogja. Karena memang tidak mesti kita terus selesai, ini butuh kerja yang panjang, tidak kenal lelah,” ujar dia. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online