Cegah Hoaks hingga FOMO, Dosen UNY Bekali Pemuda Ponorogo Literasi

Media Digital
Media Digital Jum'at, 10 Juli 2026 15:52 WIB
Cegah Hoaks hingga FOMO, Dosen UNY Bekali Pemuda Ponorogo Literasi

Empat dosen bersama lima mahasiswa Departemen Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), memberikan edukasi literasi digital kepada pemuda Karang Taruna Permadi Margatama di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Kamis (2/7/2026)../ Ist

PONOROGO - Empat dosen bersama lima mahasiswa Departemen Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), memberikan edukasi literasi digital kepada pemuda Karang Taruna Permadi Margatama di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang diketuai Dr. Johan Dwi Saputro, M.Pd. ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan di ruang digital. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan melalui lima materi utama yang dinilai relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.

Kelima materi tersebut meliputi Identitas Kewarganegaraan Digital dan Manajemen Privasi, Anatomi Hoaks di Era Digital (Deepfake dan AI), Etika Digital (Digital Citizenship), Kesehatan Mental: Fear of Missing Out (FOMO) dan Perbandingan Sosial, serta Partisipasi Aktif dan Keterlibatan Warga.

Pada sesi pertama, tim yang dipimpin Dr. Budi Mulyono, M.Pd. membawakan materi Identitas Kewarganegaraan Digital dan Manajemen Privasi.

Melalui pemaparan interaktif, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep identitas kewarganegaraan digital beserta hak dan kewajiban sebagai warga di ruang digital. Mereka juga dibekali pentingnya menjaga privasi, mengelola jejak digital secara bijak, serta melindungi data pribadi dari penyalahgunaan. Materi ini sekaligus memberikan pengetahuan mengenai strategi mengelola privasi secara efektif dalam berbagai aktivitas daring.

Sesi kedua dipimpin Dr. Iqbal Arpannudin, M.Pd. dengan tema Anatomi Hoaks di Era Digital (Deepfake dan AI).

Melalui penyuluhan dan diskusi kelompok, peserta diajak menjadi konsumen informasi yang kritis dan cerdas. Mereka mempelajari cara memverifikasi keaslian informasi, menilai kredibilitas sumber digital, serta mengenali berbagai bentuk hoaks, termasuk konten hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan deepfake.

Sesi ketiga dan keempat dipandu Dr. Johan Dwi Saputro, M.Pd. dengan materi Etika Digital (Digital Citizenship) serta Kesehatan Mental: Fear of Missing Out (FOMO) dan Perbandingan Sosial.

Pemaparan dilakukan secara interaktif dengan membahas nilai-nilai etika dalam penggunaan teknologi digital, mulai dari plagiarisme, kebocoran data pribadi, hingga penyebaran konten yang tidak layak disebarluaskan. Peserta juga belajar mengenai hak dan tanggung jawab sebagai warga digital, cara mengambil keputusan yang bijak dalam interaksi daring, serta memahami batasan antara kritik dan penghinaan.

"Generasi muda merupakan kelompok yang paling dekat dengan teknologi digital. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, menjaga etika bermedia, sekaligus memahami tanggung jawab sebagai warga digital," ujar Ketua Tim PKM, Dr. Johan Dwi Saputro, M.Pd.

Dalam sesi tersebut juga dibahas isu kesehatan mental yang berkaitan dengan Fear of Missing Out (FOMO). Peserta diajak memahami bahwa media sosial dapat memberikan manfaat positif, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental. Gaya hidup ideal yang sering ditampilkan di media sosial dapat menjadi motivasi, tetapi juga memunculkan rasa minder, tidak percaya diri, hingga depresi apabila disikapi secara berlebihan.

Peserta juga diperkenalkan dengan konsep digital well-being, yaitu kemampuan mengelola penggunaan teknologi secara sehat, termasuk mengetahui kapan perlu beristirahat dari media digital (logout) serta menyadari bahwa tidak semua yang ditampilkan di media sosial mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Sesi terakhir dipandu Muhammad Fikri Alvinca, S.Pd., M.Pd. dengan tema Partisipasi Aktif dan Keterlibatan Warga.

Melalui penyuluhan dan diskusi, peserta diajak memahami pentingnya peran pemuda dalam berpartisipasi aktif di ruang digital maupun kehidupan bermasyarakat. Berbagai bentuk partisipasi dibahas, mulai dari diskusi daring, kampanye advokasi, hingga kegiatan sosial yang memanfaatkan platform digital sebagai sarana menyebarkan informasi dan mempromosikan berbagai aktivitas positif di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Departemen Pendidikan Kewarganegaraan FISIP UNY berharap masyarakat, khususnya generasi muda melalui wadah Karang Taruna seperti Permadi Margatama, semakin memiliki kemampuan memilah informasi, menjaga etika bermedia

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online