Bedah Buku Parenting Soroti Bahaya Pola Asuh Abai

Media Digital
Media Digital Kamis, 25 Juni 2026 09:07 WIB
Bedah Buku Parenting Soroti  Bahaya Pola Asuh Abai

Dari kiri ke kanan, Praktisi Rochma Yulika, Anggota Komisi A DPRD DIY Sofyan Setyo Darmawan, Lurah Sendangtirto Amir Junawan, penulis Cahyadi Takariawan, dan Pustakawan Ahli Utama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Budiyono menjadi narasumber dalam bedah buku 8 Hal Penting dalam Parenting di Balai Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman, Rabu (24/6)./ Harian Jogja-Anisatul Umah

Orang tua yang tidak memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak dapat menerapkan pola asuh abai tanpa disadari. Kondisi tersebut mengemuka dalam bedah buku 8 Hal Penting dalam Parenting di Balai Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman, Rabu (24/6), yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY.

Penulis buku, Cahyadi Takariawan, menjelaskan parenting merupakan proses interaksi total antara orang tua dan anak. Interaksi tersebut mencakup berbagai aktivitas, mulai dari memeluk, menasihati, menggendong, hingga mengajak anak beribadah.

"Tindakan parenting ini adalah tindakan yang disadari, makanya disebut sebagai pola atau sesuatu yang berulang," katanya.

Menurut dia, orang tua yang tidak pernah mengurus, menasihati, mengajari, hingga memberikan kasih sayang kepada anak juga sedang membentuk pola yang berulang. Cahyadi menjelaskan delapan aspek penting dalam parenting meliputi parenting dalam pernikahan, masa prakonsepsi, masa kehamilan, kelahiran dan penyusuan, penerimaan anak, kehadiran orang tua, pengasuhan, hingga pemenuhan hak anak.

Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, mengatakan kegiatan bedah buku tersebut digelar untuk mendorong masyarakat gemar membaca, khususnya buku bertema parenting, sekaligus memahami isi bacaan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami memiliki sejumlah 450.000 judul buku. Salah satunya kami bawa ke sini untuk dibaca," ujarnya.

Ia berharap peserta tidak hanya membaca, tetapi juga membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar. Dalam kesempatan itu, Budiyono juga menyoroti rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data yang disampaikannya, hanya satu dari 1.000 orang yang gemar membaca menurut statistik UNESCO. Sementara itu, tingkat minat baca di DIY disebut lebih baik dengan capaian 49 dari 1.000 orang.

Anggota Komisi A DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, menilai ilmu parenting penting disebarluaskan karena berbagai persoalan yang melibatkan remaja masih banyak ditemukan di lingkungan masyarakat.

"Data di tahun yang lalu saja sudah 312.000 orang pengguna narkoba di usia 15 sampai 25. Sehingga kita memang harus lebih waspada nantinya, pada anak-anak kita," ucapnya.

Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik melalui penguatan peran keluarga.

"Agar ke depan, Sendangtirto kelak memiliki generasi yang terbaik untuk membangun bersama-sama Sendangtirto yang lebih baik," ujarnya.

Praktisi Rochma Yulika menambahkan buku tersebut memuat banyak nilai penting terkait pola asuh, pendidikan anak, hingga upaya mencetak generasi sukses.

Menurut dia, pendidikan anak bahkan sudah dimulai sejak seseorang menentukan pasangan hidup. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online