Rayakan Lima Tahun, Cherrypop 2026 Perkuat Kolaborasi Musik dan Seni
Festival musik Cherrypop 2026 akan digelar di kawasan Candi Prambanan pada 22-23 Agustus 2026. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan Cher
Kepala Disbud DIY Dian Lakshmi Pratiwi (tengah) membuka Festival Kethoprak DIY 2026 resmi digelar di Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman Yogyakarta, Jumat (7/8/2026). (Stefani Yulindriani)
JOGJA — Festival Kethoprak DIY 2026 resmi digelar di Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman Yogyakarta, Jumat (7/8/2026). Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung di gedung pertunjukan seperti Taman Budaya Yogyakarta, festival tahun ini sengaja dibawa ke ruang terbuka publik untuk mendekatkan seni tradisi secara langsung kepada masyarakat.
Festival Kethoprak DIY 2026 mengusung tema "Mataram Pasca Perjanjian Giyanti" dengan fokus cerita mengenai berbagai peristiwa setelah Perjanjian Giyanti hingga sebelum meletusnya peristiwa Geger Sepehi. Pada hari pertama gelaran, tiga kontingen tampil menunjukkan kebolehannya, yakni Kabupaten Sleman dengan lakon Tatu, Kota Jogja dengan Prang Trah, dan Kabupaten Bantul yang membawakan lakon Gunung Gamping.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan bahwa perjalanan sejarah dapat menjadi tema yang sangat menarik untuk dikemas dalam pertunjukan seni. Melalui media kethoprak, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga diajak merawat ingatan kolektif mengenai sejarah, nilai, dan kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Perjalanan sejarah ternyata juga bisa menjadi satu tema yang menarik untuk kita tampilkan dalam performa seni. Kita sembari merawat ingatan kolektif terhadap sejarah, nilai, dan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta melalui seni kethoprak,” kata Dian.
Menurut Dian, pemindahan lokasi festival ke Alun-Alun Sewandanan merupakan langkah inovatif "jemput bola" untuk menghadirkan seni tradisi secara langsung di tengah-tengah warga. Ruang publik yang sarat nilai historis tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali suasana masa kejayaan kethoprak, ketika masyarakat berbondong-bondong memadati lapangan untuk menyaksikan seni rakyat tersebut.
Dian menambahkan, kemenangan dalam kompetisi bukanlah satu-satunya tujuan utama penyelenggaraan festival ini. Lebih dari itu, poin terpenting adalah membangun dan menguatkan ekosistem pertunjukan agar seni kethoprak tetap hidup, tumbuh, dan dicintai oleh masyarakatnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Disbud DIY, Rully Andriadi, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari festival berjenjang dalam subkegiatan Gelar Budaya Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan, pengembangan, dan pelestarian seni kethoprak sekaligus bentuk apresiasi terhadap pembinaan kelompok seni yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota.
“Setiap kontingen ditantang menyusun naskah berdasarkan kajian sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, pertunjukan tidak hanya menarik secara artistik, tetapi juga memberikan nilai edukasi sejarah dan literasi budaya kepada masyarakat,” jelas Rully.
Secara keseluruhan, Festival Kethoprak DIY 2026 diikuti oleh lima kontingen yang merupakan perwakilan terbaik dari hasil festival tingkat kabupaten/kota. Sebelum tampil di panggung utama, seluruh peserta telah melewati rangkaian pembinaan berupa workshop dan orientasi tempat yang menghadirkan sejumlah narasumber, seperti Danu Priyo Prabowo, Bambang Pangiron, dan Ferry Rudianto.
Untuk menjamin objektivitas penilaian, Disbud DIY melibatkan lima dewan juri yang ahli di bidang teater, sastra, dan seni pertunjukan. Penilaian berpatokan pada enam aspek utama, yaitu keaktoran, penyutradaraan, naskah, tata rias dan busana, iringan karawitan, serta tata artistik panggung.
Panitia menyediakan total 15 kategori penghargaan. Pada kategori kelompok, terdapat lima penghargaan penyaji terbaik dengan total uang pembinaan mencapai Rp65 juta sebelum pajak. Penyaji terbaik pertama mendapatkan piala bergilir, trofi, piagam, serta uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Selanjutnya, penyaji terbaik kedua menerima Rp14 juta, terbaik ketiga Rp13 juta, terbaik keempat Rp12 juta, dan terbaik kelima Rp11 juta. Selain itu, terdapat 10 kategori penghargaan perseorangan seperti sutradara terbaik, penulis naskah terbaik, hingga pemeran utama dan pembantu terbaik.
Langkah Disbud DIY memboyong festival ini ke ruang terbuka juga mendapat apresiasi dari Penghageng Budaya dan Pariwisata Kadipaten Pakualaman, GPH Indrokusumo. Ia menegaskan bahwa Pura Pakualaman terbuka dan mendukung penuh kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat luas.
“Puro Pakualaman bukanlah ruang yang berjarak dengan masyarakatnya, melainkan rumah bersama untuk merawat, menjaga, dan menghidupkan kembali tradisi-tradisi peninggalan leluhur,” ujar GPH Indrokusumo.
Ia menambahkan, pagelaran kerakyatan seperti ini tidak hanya hadir sebagai tontonan yang menghibur dan tuntunan yang mendidik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar, khususnya para pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Rangkaian Festival Kethoprak DIY 2026 dilanjutkan pada hari kedua, Sabtu (8/8/2026), dengan menampilkan dua kontingen tersisa, yakni Kabupaten Kulon Progo yang membawakan lakon Dhawuh dan Kabupaten Gunungkidul dengan lakon Hangreksa. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival musik Cherrypop 2026 akan digelar di kawasan Candi Prambanan pada 22-23 Agustus 2026. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan Cher
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Festival Kethoprak DIY 2026 resmi digelar di Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman Yogyakarta, Jumat (7/8/2026)
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kadin Sleman menilai tantangan UMKM semakin kompleks. Pelaku usaha didorong memperkuat inovasi, digitalisasi, legalitas, dan tata kelola untuk meningkatkan daya
Pemkab Kulonprogo menerapkan strategi ganda untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Strategi penanganan kemiskinan men