Festival HAN DIY 2026, Pemda Dorong Penguatan Karakter Anak

Media Digital
Media Digital Jum'at, 07 Agustus 2026 17:22 WIB
Festival HAN DIY 2026, Pemda Dorong Penguatan Karakter Anak

Kepala DP3AP2, Erlina Hidayati Sumardi dalam acara Puncak Festival Hari Anak Nasional (HAN) DIY di Taman Budaya Embung Giwangan, Jumat (7/10/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

JOGJA—Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menggelar puncak Festival Hari Anak Nasional (HAN) DIY di Taman Budaya Embung Giwangan, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema "HAMEMANGUN HAMBEG PATRAPING SIWI MAHANANI RAHARJANING NAGARI" yang menjiwai pelaksanaan Festival HAN 2026.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi, mengatakan Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sebagai pengingat akan tugas peradaban yang paling mendasar, yakni menjaga, mengasuh, dan mempersiapkan generasi penerus.

Menurutnya, di DIY komitmen tersebut bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan manifestasi kebudayaan yang berakar pada falsafah "HAMEMANGUN HAMBEG PATRAPING SIWI MAHANANI RAHARJANING NAGARI" sebagai tekad bersama untuk membentuk patrap atau karakter positif anak demi mewujudkan kesejahteraan bangsa.

Erlina menyampaikan, karakter anak-anak di Jogja tidak tumbuh di ruang hampa. Karakter luhur, budi pekerti, dan ketangguhan mental mereka dibentuk melalui harmoni keteladanan.

"Keteladanan tersebut dimulai dari dalam rumah, kelas, hingga interaksi sosial di tengah masyarakat," ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orang tua, pamong, pendidik, serta seluruh masyarakat dan lembaga yang secara swadaya dan bergotong royong terus berpartisipasi mewujudkan lingkungan, kampung, dan desa yang ramah anak.

"Pengasuhan positif yang diberikan adalah pilar utama ketahanan moral generasi kita," jelasnya.

Menurutnya, modernisasi dan digitalisasi membawa peluang sekaligus kerentanan bagi perkembangan anak. Perlindungan anak dari ancaman kekerasan, perundungan, hingga ketergantungan terhadap gawai digital tidak akan optimal apabila hanya mengandalkan regulasi pemerintah.

Lebih lanjut, ia mengatakan kunci keberhasilan berada pada peningkatan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diimbau memperkuat gerakan pengawasan berbasis komunitas.

"Mari kita hidupkan kembali ruang-ruang dialog, sapaan hangat antar tetangga, serta ruang bermain tradisional yang aman dan interaktif bagi anak-anak kita," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2 DIY, Soleh Anwari, mengatakan tema "HAMEMANGUN HAMBEG PATRAPING SIWI MAHANANI RAHARJANING NAGARI" dimaknai sebagai upaya membentuk karakter positif anak sejak dini demi memastikan kesejahteraan bangsa pada masa mendatang.

Ia menyebut, pembentukan generasi berkarakter membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Karena itu, penyelenggaraan HAN melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, lembaga masyarakat, sekolah, dunia usaha, hingga media.

"Kami berharap sinergi ini tidak hanya berhenti di sini, namun terus bergulir dan membesar menjadi gerakan yang masif," paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah menggelar berbagai rangkaian Festival HAN 2026, antara lain kegiatan Sinau Sejarah yang menelusuri akar historis Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 dalam merawat keistimewaan bersama Paniradya Kaistimewan, Samsat Ceria dan Edukasi Anak di KPPD se-DIY oleh BPKA, serta berbagai kegiatan lainnya. (**)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online