Sambung Rasa di Desa Jurangjero, Bupati Klaten Soroti 3 Aspirasi Masyarakat
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menindaklanjuti aspirasi warga Jurangjero soal irigasi, PJU, dan penanganan stunting.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo (ketiga dari kiri) berfoto dalam peresmian logo HUT Kota Jogja di Pasar Beringharjo pada Jumat (7/8/2026)./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani
JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-270 Kota Jogja akan berlangsung selama dua bulan dengan berbagai kegiatan yang mengusung tema "Otentik Konkret". Beragam agenda tersebut dirancang tidak hanya menampilkan budaya dan seni, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Hasto menjelaskan, berbagai pertunjukan budaya dan seni akan menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi. Namun, seluruh kegiatan diharapkan memiliki dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
"Banyak event yang akan digelar selama dua bulan. Event-event yang berbau budaya dan seni akan dipentaskan, tetapi harus punya multiplier effect kepada masyarakat," ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Salah satu program baru yang akan diluncurkan ialah "Bule Mengajar". Melalui program tersebut, wisatawan mancanegara yang berada di Jogja akan diajak berbagi pengalaman dan pengetahuan di sekolah-sekolah.
Menurut Hasto, Pemkot Jogja menargetkan sekitar 270 sekolah menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut. Para wisatawan asing nantinya akan berbagi pengalaman mengenai budaya, gaya hidup, hingga wawasan internasional kepada para pelajar.
"Jogja sebagai kota pariwisata yang sejak dulu banyak didatangi turis mancanegara merupakan sesuatu yang otentik. Konkretnya, para bule itu bisa mengajar di sekolah-sekolah," katanya.
Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya dilaksanakan selama rangkaian Hari Jadi, tetapi juga akan dikembangkan menjadi program jangka panjang melalui penyusunan kalender akademik yang melibatkan wisatawan asing sebagai narasumber di sekolah.
Selain bidang pendidikan, Pemkot Jogja juga akan memperkuat upaya pelestarian sungai sebagai bagian dari identitas Kota Jogja.
Hasto mengatakan, masyarakat pada masa lalu menjadikan Kali Code, Kali Winongo, dan Kali Gajahwong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut, menurutnya, ingin dihidupkan kembali melalui berbagai program.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Jogja berencana menyediakan perahu untuk inspeksi di tiga sungai tersebut sekaligus menghidupkan kembali Dermaga Cinta sebagai bagian dari pengembangan wisata sungai.
"Kita ingin membangun kembali hal-hal yang otentik itu. Konkretnya, kita harus turun langsung ke sungai. Karena itu akan disiapkan perahu untuk inspeksi di tiga sungai dan menghidupkan lagi Dermaga Cinta sebagai bagian dari wisata sungai," ujarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menindaklanjuti aspirasi warga Jurangjero soal irigasi, PJU, dan penanganan stunting.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 22 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.