Dampak Kemarau, Dompet Dhuafa Distribusikan Air Bersih di Gunungkidul
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih sebagai bentuk tanggap darurat terhadap krisis air bersih akibat musim kemarau di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta./ Ist
GUNUNGKIDUL—Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih sebagai bentuk tanggap darurat terhadap krisis air bersih akibat musim kemarau di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, mencuci, dan sanitasi.
Penanggung Jawab Distribusi Air Bersih Dompet Dhuafa Yogyakarta, Raditya Wicaksono, mengatakan, pada periode 23-30 Juli 2026, Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui DMC telah mendistribusikan air bersih di 10 titik. Lokasi tersebut meliputi Dusun Songwaluh dan Dusun Kendal, Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul; Dusun Manukan dan Dusun Pelem, Kalurahan Jepitu, serta SD Joho, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul; Dusun Wunut, Dusun Petung (Gude 1), Dusun Klayu, dan Dusun Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul; serta Dusun Siluk, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.
"Pada periode 23 hingga 30 Juli 2026 Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui DMC telah mendistribusikan air bersih di 10 titik distribusi, yaitu Dusun Songwaluh dan Dusun Kendal, Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul; Dusun Manukan dan Dusun Pelem, Kalurahan Jepitu, serta SD Joho, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul; Dusun Wunut, Dusun Petung (Gude 1), Dusun Klayu, dan Dusun Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul; serta Dusun Siluk, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul," ujar Raditya.
Ia menambahkan, selama pelaksanaan kegiatan, Dompet Dhuafa telah mendistribusikan 150.000 liter air bersih menggunakan truk tangki kepada masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. Air bersih disalurkan langsung ke bak penampungan umum maupun kepada warga yang datang membawa jeriken, ember, dan wadah penampung lainnya.
"Selama pelaksanaan kegiatan, Dompet Dhuafa mendistribusikan 150.000 liter air bersih menggunakan truk tangki kepada masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. Air bersih disalurkan langsung ke bak penampungan umum maupun kepada warga yang datang membawa jeriken, ember, dan wadah penampung lainnya. Secara keseluruhan, bantuan ini berhasil menjangkau 3.898 jiwa yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih selama musim kemarau," tambah Raditya Wicaksono.
.jpg)
Pelaksanaan distribusi dilakukan secara bertahap di setiap lokasi dengan berkoordinasi bersama pemerintah kalurahan, kepala dusun, relawan, serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan penyaluran bantuan berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran. Kegiatan dropping air bersih ini merupakan salah satu bentuk respons darurat sekaligus program kemanusiaan berkelanjutan yang secara rutin diselenggarakan Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan serta upaya memenuhi kebutuhan dasar berupa akses air bersih.
Salah seorang warga Dusun Siluk, Tugiman, mengaku bantuan tersebut sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
"Alhamdulillah, distribusi air bersih sangat membantu kami dalam pemenuhan kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari terutama mandi hingga air minum. Mengingat jika membutuhkan air bersih saya harus berjalan kaki 5-10 km ke sumber mata air," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kondisi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan serta menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain sebagai bentuk respons terhadap kondisi darurat, kegiatan ini juga menjadi upaya berkelanjutan dalam mendukung terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih.
Dompet Dhuafa juga mengajak pemerintah, lembaga, komunitas, maupun masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi dan kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan, sehingga upaya penanganan dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkesinambungan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Bank Jateng meraih penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 dalam kategori Top Digital Application - Regional Banking
Pemkab Sleman memastikan anggaran penanggulangan kemiskinan tetap menjadi prioritas meski transfer ke daerah turun. Program bantuan masyarakat tetap berjalan.
Belanja pegawai Kota Jogja mencapai sekitar 30 persen APBD. Hasto Wardoyo memastikan gaji ASN dan PPPK tidak akan dipotong.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot segera menghidupkan Pasar Sentul dan Terban yang masih sepi melalui strategi pengelolaan dan penataan pasar.
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.