UMKM Dibekali Strategi Pemasaran lewat Bedah Buku

Media Digital
Media Digital Kamis, 16 Juli 2026 06:02 WIB
UMKM Dibekali Strategi Pemasaran  lewat Bedah Buku

Warga Jetisharjo mengikuti bedah buku Pemasaran UMKM melalui Media Sosial di Balai Anjangsih, Jetisharjo, Cokrodiningratan, Rabu (15/7)./ Harian Jogja/Stefani Yulindriani

JOGJA - Pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran dinilai menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Gagasan tersebut menjadi materi utama dalam bedah buku Pemasaran UMKM melalui Media Sosial yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY di Balai Anjangsih, Jetisharjo, Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Rabu (15/7).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DPAD DIY meningkatkan budaya literasi masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.

Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY Muhammad Hadi Pranoto mengatakan bedah buku diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca di tengah masyarakat. Menurutnya, peningkatan literasi menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan informasi.

"Melalui kegiatan ini kami mendorong agar masyarakat terbiasa membaca buku sehingga tingkat literasi masyarakat meningkat," ujarnya.

Anggota DPRD DIY Muhammad Syafi'i mengatakan pendidikan diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi kehidupan masyarakat DIY. Ia menilai media sosial telah menjadi ruang baru dalam pemasaran yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas pasar, membangun komunikasi dengan konsumen, sekaligus memperkuat identitas merek.

Menurutnya, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga menjadi platform komunikasi dua arah antara pelaku usaha dan pelanggan. Berbagai platform seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga YouTube dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan konsumen, serta meningkatkan penjualan.

"Strategi pemasaran merupakan rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan bisnis. Dalam praktiknya, strategi tersebut mencakup segmentasi pasar, pengembangan produk, penetapan harga, pemilihan saluran distribusi, hingga promosi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen," katanya.

Praktisi Muhammad Saidi menilai perkembangan teknologi telah mengubah pola bisnis UMKM. Persaingan usaha yang semakin ketat, menurutnya, mendorong pelaku UMKM beralih dari sistem penjualan konvensional menuju pemasaran berbasis digital.

Ia menjelaskan buku Pemasaran UMKM melalui Media Sosial merupakan pengembangan dari buku sebelumnya yang berjudul Teman UMKM. Buku tersebut membahas strategi pemasaran, pemanfaatan media sosial, serta digital marketing yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing dan omzet usaha.

Perwakilan penulis buku Yanuar Reza mengajak masyarakat membangun kebiasaan membaca sebagai bekal menghadapi derasnya arus informasi. Menurutnya, literasi dapat membantu masyarakat terhindar dari penyebaran hoaks sekaligus membuka peluang ekonomi.

"Membaca buku menambah peluang hidup. Membaca tentang UMKM juga dapat membuka peluang ekonomi," ujarnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online