Bedah Buku Ajak Keluarga Bangun Komunikasi demi Cegah Perceraian

Media Digital
Media Digital Kamis, 16 Juli 2026 06:07 WIB
Bedah Buku Ajak Keluarga Bangun Komunikasi demi Cegah Perceraian

Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, sedang menyampaikan pentingnya membangun ketahanan keluarga melalui peningkatan pengetahuan di Balai RT 03/RW 10 Ngabangan V, Sidoluhur, Godean, Sleman, Rabu (15/7/2026)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

SLEMAN - Budaya membaca dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk memperkuat ketahanan keluarga. Melalui kegiatan bedah buku HOMEPOWER: Menumbuhkan Keluarga, Memaknai Hidup, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY mengajak masyarakat membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga sebagai upaya mencegah berbagai persoalan sosial.

Kegiatan yang digelar di Balai RT 03/RW 10 Ngabangan V, Sidoluhur, Godean, Sleman, Rabu (15/7), menghadirkan penulis buku Taat Setyabudi, praktisi pendidikan keluarga Kushartanto, serta Anggota DPRD DIY Sofyan Setyo Darmawan.

Penulis buku Taat Setyabudi mengatakan komunikasi menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis. Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga berawal dari minimnya interaksi antaranggota keluarga.

Ia mengungkapkan sebanyak 43% rumah tangga di Indonesia pada 2023 berada dalam kondisi "kosong" akibat minimnya interaksi antaranggota keluarga yang dipicu penggunaan gawai secara berlebihan.

"Rumah tidak cukup hanya menjadi house, tetapi harus menjadi home atau safe heaven yang membuat setiap anggota keluarga merasa aman untuk bercerita, didengar, dan diterima tanpa dihakimi," katanya.

Praktisi pendidikan keluarga Kushartanto menambahkan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan agama dan keteladanan orang tua menjadi fondasi utama untuk menghadapi tantangan zaman.

Ia menilai kecenderungan orang tua yang lebih berfokus pada keberhasilan ekonomi anak dibandingkan pembentukan karakter menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai persoalan moral di masyarakat.

"Banyak orang pintar berpendidikan tinggi di zaman sekarang, tetapi moralnya rusak dan menjadi koruptor karena tidak memiliki fondasi agama yang kuat," ujarnya.

Anggota DPRD DIY Sofyan Setyo Darmawan mengatakan kegiatan bedah buku menjadi salah satu cara meningkatkan literasi masyarakat sekaligus menyosialisasikan pentingnya ketahanan keluarga.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terdapat lebih dari 8.000 keluarga di DIY yang mengalami kegagalan komunikasi, sekitar 6.000 keluarga pisah ranjang, serta lebih dari 2.500 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menurut Sofyan, persoalan tersebut tidak bisa dipandang remeh karena berdampak pada banyak individu dalam keluarga. Karena itu, implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga perlu diperkuat melalui kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah dan masyarakat.

Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY Budiyono mengatakan perpustakaan kini tidak lagi hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi berkembang sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan literasi digital.

"Perpustakaan sekarang bukan sekadar tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang rekreasi, edukasi, dan literasi digital yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat," kata Budiyono. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online