Yayaya Fest Hadirkan Festival Musik Inklusif dan Ramah Lingkungan di Kridosono
Yayaya Fest 2026 digelar di Stadion Kridosono, Jogja, dengan konsep musik inklusif dan ramah lingkungan, dilengkapi fasilitas difabel serta program pengelolaan
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY GKR Bendara meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Tokoh Budaya Pendorong Pariwisata Berkelanjutan”, Rabu (15/7/2026)./ Harian Jogja
JOGJA—Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY GKR Bendara meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Tokoh Budaya Pendorong Pariwisata Berkelanjutan”, Rabu (15/7/2026).
Penghargaan ini diberikan atas kontribusi GKR Bendara dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya yang menyeimbangkan kepentingan lingkungan, masyarakat lokal, dan pertumbuhan ekonomi di DIY.
Tekankan Keseimbangan Tiga Pilar
Dalam sambutannya, GKR Bendara menegaskan bahwa keberlanjutan pariwisata hanya bisa tercapai jika tiga unsur utama berjalan beriringan: pariwisata, alam, dan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berinovasi mencari metode agar pariwisata, alam, dan masyarakat lokal bisa berkembang selaras,” ujarnya.
Ia mengingatkan, ketimpangan pada salah satu aspek akan berdampak pada aspek lainnya.
“Jika salah satu maju lebih dulu, maka yang lain akan dirugikan. Keseimbangan menjadi kunci,” tegasnya.
Trilogi Mangkubumi Jadi Landasan
GKR Bendara menjelaskan, pendekatan yang ia dorong tidak lepas dari nilai-nilai luhur Jawa yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu, yakni trilogi Pangeran Mangkubumi.
Trilogi tersebut mencakup konsep Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawula Gusti, yang masing-masing menggambarkan hubungan manusia dengan alam, dengan Sang Pencipta, dan dengan sesama manusia.
“Tiga nilai ini mengajarkan keseimbangan. Semuanya harus bersinergi tanpa saling mengganggu,” jelasnya.
Nilai Lokal Lebih Dulu Kenal Konsep Sustainable
Menurutnya, konsep keberlanjutan yang kini populer secara global sebenarnya telah lama dikenal dalam budaya Jawa.
“Sekarang kita menyebutnya sustainable driven economy, padahal orang Jogja sudah mempelajarinya sejak lebih dari 250 tahun lalu melalui trilogi Mangkubumi,” ungkapnya.
Ia menilai, penguatan kembali nilai-nilai lokal menjadi penting agar pengembangan pariwisata tidak kehilangan arah.
Jadi Pengingat untuk Generasi Mendatang
GKR Bendara berharap penghargaan ini menjadi pengingat bagi masyarakat Jogja untuk kembali memahami dan mengamalkan filosofi leluhur.
“Kita harus terus memegang teguh trilogi Pangeran Mangkubumi demi anak cucu kita di masa depan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pariwisata berkelanjutan di DIY. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yayaya Fest 2026 digelar di Stadion Kridosono, Jogja, dengan konsep musik inklusif dan ramah lingkungan, dilengkapi fasilitas difabel serta program pengelolaan
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Real Madrid menjamu RB Leipzig di Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, hasil laga sebelumnya, dan peluang kedua tim.
Inter Milan menjamu Shakhtar Donetsk di Liga Champions, Kamis dini hari. Simak jadwal, kondisi Lautaro Martinez, dan peluang kedua tim.