JBBA 2026 Resmi Dibuka, Sultan HB X dan Arif Budisusilo Pukul Gong
Ajang bergengsi Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 resmi dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada Rabu (15/7/2026)
Bupati Gunungkidul l Endah Subekti Kuntariningsih meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Akselerator Pariwisata Budaya dan Alam”, Rabu (15/7/2026)./ Harian Jogja
JOGJA—Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Akselerator Pariwisata Budaya dan Alam”, Rabu (15/7/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mengakselerasi sektor pariwisata berbasis kekuatan budaya lokal dan kekayaan alam, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Penghargaan Jadi Amanah Besar
Dalam sambutannya, Endah menyampaikan rasa syukur sekaligus menilai penghargaan tersebut sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Ini adalah kehormatan sekaligus amanah besar bagi kami untuk terus membangun daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Gunungkidul,” ujarnya.
Menurutnya, capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah kolaborasi berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Apresiasi untuk Masyarakat Gunungkidul
Endah menegaskan, penghargaan tersebut sejatinya milik masyarakat Gunungkidul yang terus menjaga harmoni antara budaya dan alam di tengah berbagai keterbatasan.
“Penghargaan ini lebih pantas dipersembahkan untuk masyarakat kami yang tetap semangat merawat kebudayaan, menjaga alam, dan memelihara nilai gotong royong,” katanya.
.jpg)
Ia menyebut, kekuatan utama Gunungkidul terletak pada daya tahan masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya sekaligus mengelola potensi wisata secara bijak.
Kabupaten Gunungkidul dikenal memiliki beragam destinasi unggulan, mulai dari wisata pantai, kawasan karst, hingga desa wisata berbasis kearifan lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan sektor ini diarahkan pada konsep keberlanjutan.
Pendekatan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga.
Gotong Royong Jadi Kunci
Endah menilai, semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam membangun Gunungkidul. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas dinilai mampu mempercepat kemajuan daerah.
“Masyarakat kami telah bekerja keras, saling membantu, dan bergotong royong untuk kepentingan bersama. Inilah kekuatan utama yang harus terus kita jaga,” tegasnya.
Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik demi Gunungkidul yang lestari dan makmur,” tandasnya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, Pemkab Gunungkidul optimistis sektor pariwisata berbasis budaya dan alam akan semakin berkembang, sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ajang bergengsi Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 resmi dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada Rabu (15/7/2026)
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan
Pakar UMY menegaskan PPN 11% Strava bukan pajak olahraga, melainkan dikenakan pada layanan premium aplikasi digital berbayar.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya membangun bisnis berbasis nilai dan kepercayaan dalam era ekonomi modern.
Kejagung mengungkap kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tambang terkait Samin Tan mencapai Rp17,7 triliun berdasarkan hasil audit.