Hasto Raih Penghargaan JBBA 2026, Ungkap Jurus Atasi Sampah Jogja

Media Digital
Media Digital Rabu, 15 Juli 2026 19:02 WIB
Hasto Raih Penghargaan JBBA 2026, Ungkap Jurus Atasi Sampah Jogja

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan sebagai Kepala Daerah Peduli Penanganan Sampah, Rabu (15/7/2026)./ Harian Jogja

JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan sebagai Kepala Daerah Peduli Penanganan Sampah, Rabu (15/7/2026).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Pemkot Jogja dalam mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola lama menuju pendekatan berbasis sumber melalui gerakan kolaboratif bersama masyarakat.

Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi tantangan krusial di tengah keterbatasan lahan dan tingginya aktivitas ekonomi di Kota Jogja. Salah satu ujian terbesar bagi Kota Jogja saat ini adalah pengelolaan ruang hidup, termasuk persoalan sampah domestik yang terus meningkat.

"Yang teratasi [soal sampah] baru gejalanya, belum pada penyebabnya. Kami masih jauh dari ekspektasi publik terkait penanganan sampah. Sebab, akar permasalahan sampah belum teratasi, yakni perilaku masyarakat di hulu yang belum tertib memilah sampah," katanya.

Ia menyebut produksi sampah di Kota Jogja mencapai sekitar 300 ton per hari. Karena itu, penyelesaiannya tidak bisa hanya mengandalkan sistem di hilir.

Mas JOS: Ubah Pola Pikir Warga

Pemkot Jogja mendorong perubahan melalui Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang menitikberatkan pengelolaan dari sumbernya. Saat ini terdapat 1.200 penggrobak sampah yang bekerja keras menangani sampah di hulu. Merekalah, kata Hasto, yang patut diberi penghargaan.

"Kami mengajak warga melakukan lima langkah sederhana: memilah sampah, membawa sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan, dan menggunakan wadah pakai ulang," jelasnya.

Hasto menekankan, gerakan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan transformasi budaya.

"Sampah bukan hanya urusan petugas, tetapi tanggung jawab semua warga, mulai dari setiap rumah hingga tempat usaha," tegasnya.

Selain sampah domestik, Pemkot juga menyoroti "sampah visual" berupa kabel udara yang semrawut dan mengganggu estetika kota.

"Jogja sebagai kota budaya dan wisata membutuhkan wajah kota yang rapi, tertata, sekaligus modern," kata Hasto.

Sebagai solusi, pembangunan ducting fiber optik terus didorong, terutama di kawasan Sumbu Filosofi Jogja. Targetnya adalah mewujudkan kota tanpa kabel udara sekaligus memperkuat infrastruktur digital.

PAD Bukan Tujuan Utama

Hasto menegaskan, kebijakan penataan kota bukan semata-mata untuk mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

"PAD adalah dampak ikutan. Tujuan utama kami adalah ruang kota yang nyaman, layanan digital yang andal, dan pariwisata yang semakin menarik," ungkapnya.

Ia mengapresiasi tema JBBA 2026, "Smartly Cultured, Sustainably Driven", yang dinilai selaras dengan falsafah Jawa Hamemayu Hayuning Bawana.

"Keberhasilan hari ini tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang," ujarnya.

Hasto juga menegaskan bahwa penghargaan bukanlah akhir, melainkan pengingat untuk terus bekerja lebih baik.

"Penghargaan ini adalah energi baru untuk bekerja lebih keras, lebih tertib, dan lebih kolaboratif demi masa depan kota," tandasnya.

Hasto menutup dengan ajakan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun Jogja yang berkelanjutan.

"Jogja tumbuh karena gotong royong. Mari jadikan keberlanjutan bukan sekadar slogan, tetapi cara bekerja," pungkasnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online