Warga Kedungpoh Didorong Mampu Mengubah Sampah Jadi Penghasilan

Media Digital
Media Digital Jum'at, 26 Juni 2026 05:52 WIB
Warga Kedungpoh Didorong Mampu Mengubah Sampah Jadi Penghasilan

Pelaksanaan kegiatan Bedah Buku berjudul Kelola Sampah Jadi Berkah yang digelar di Balai Padukuhan Mojosari, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, Kamis (25/6). / Harian Jogja - Kiki Luqman

GUNUNGKIDUL - Upaya meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran pengelolaan lingkungan dilakukan melalui kegiatan Bedah Buku berjudul Kelola Sampah Jadi Berkah yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Balai Padukuhan Mojosari, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, Kamis (25/6).

Bedah buku ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi.

Pustakawan DPAD DIY, Erwin Novianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan budaya membaca sekaligus memberikan wawasan praktis kepada masyarakat. Menurutnya, tema pengelolaan sampah dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi persoalan yang dihadapi hampir semua wilayah.

“Pada hari ini [kemarin], kami melaksanakan kegiatan bedah buku dengan judul Kelola Sampah Jadi Berkah yang membahas lebih lengkap tentang pengelolaan sampah dan bagaimana pengelolaan sampah menjadi berkah,” kata Erwin.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan layanan DPAD DIY kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya berharap materi yang disampaikan dapat menjadi motivasi bagi warga untuk mengembangkan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Kedungpoh yang telah mengizinkan pelaksanaan kegiatan ini. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan motivasi atau pengetahuan yang lebih mendalam terkait pengelolaan sampah di Kalurahan Kedungpoh,” ujarnya.

Erwin juga menyatakan bahwa acara bedah buku ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya di DIY.

"Agenda bedah buku ini juga untuk menambah tingkat membaca buku di DIY. Karena dengan membaca buku, masyarakat bisa mengetahui banyak hal, tidak hanya soal sampah saja. Kami masih memiliki banyak buku yang lain dan bisa dibaca langsung di Perpustakaan DPAD DIY," katanya.

Lurah Kedungpoh, Dwiyono, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap warga tidak hanya mendapatkan wawasan baru mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga semakin terdorong untuk membangun budaya membaca.

“Terima kasih atas acara yang digelar kali ini. Saya berharap dengan acara bedah buku ini warga menjadi lebih paham soal cara mengolah sampah dan juga semoga tingkat membaca buku di Kedungpoh semakin tinggi. Pasalnya, buku itu selalu menambah wawasan,” kata Dwiyono.

Senada dengan Erwin, Dwiyono juga menyampaikan bahwa buku merupakan sesuatu yang penting di tengah zaman digital. Ia menyebut buku dapat membuat orang memahami hal-hal baru atau memperoleh pengetahuan baru.

"Membaca buku membuat kita menjadi lebih pintar, jadi jangan hanya mencari informasi lewat ponsel saja. Buku fisik tidak kalah seru dengan dunia maya di zaman sekarang," katanya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online