BEDAH BUKU: Mendidik Anak Hebat lewat Penguatan Literasi

Media Digital
Media Digital Sabtu, 25 Juli 2026 06:47 WIB
BEDAH BUKU: Mendidik Anak Hebat lewat Penguatan Literasi

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai memaparkan materi dalam bedah buku yang digelar DPAD DIY bersama DPRD DIY di Joglo Atmo Pawiro, Kapanewon Gamping, Sleman, Jumat (24/7). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.

SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Anakku Terhebat: Tips-tips Membentuk Anak Menjadi yang Terbaik di Joglo Atmo Pawiro, Kapanewon Gamping, Sleman, Jumat (24/7). Kegiatan ini diselenggarakan untuk membekali para orang tua dalam menghadapi berbagai tantangan pola asuh anak di era digital.

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai mengatakan bahwa bedah buku ini bukan menjadi momen untuk menggurui, melainkan mengajak masyarakat berdiskusi untuk mencetak anak yang hebat. Apalagi di era media sosial saat ini, ada berbagai masalah sosial yang dihadapi dalam mendidik anak.

"Kami bukan menggurui, tetapi kita sharing soal cara mendidik anak di era digital ini, di era yang modern ini," kata Anton dalam kegiatan bedah buku, Jumat.

Salah satu aspek pendidikan anak yang disoroti Anton adalah cara menjadikan anak sebagai sahabat. Langkah ini diharapkan membuat anak lebih terbuka dan membuka peluang untuk saling bercerita.

Selain menjadikan anak sebagai sahabat, Anton juga mendorong pembelajaran budaya sopan santun atau unggah-ungguh.

"Kita punya falsafah-falsafah Jawa yang masih relevan di era sekarang ini. Seperti, ya itu tadi, Hamemayu Hayuning Bawana, Sengguh Ora Mingkuh, dan lain sebagainya," ujarnya.

Meskipun ada banyak metode yang bisa diambil dalam mendidik anak, pada prinsipnya nilai-nilai kebaikan terus diajarkan kepada anak sejak dini.

Nilai-nilai kebaikan pembentuk karakter anak tersebut, kata Anton, dapat diajarkan dari hal-hal sederhana. Misalnya mengajarkan anak untuk mengucapkan terima kasih, meminta maaf ketika berbuat keliru dan sebagainya.

"Hal-hal seperti ini yang memang harus kita kenalkan kepada masyarakat untuk menggugah lagi," kata dia.

Redaktur buku Anakku Terhebat: Tips-tips Membentuk Anak Menjadi yang Terbaik, Desy Wijaya, mengungkapkan bahwa ada tiga pilar untuk membentuk anak hebat, yakni sikap, keterampilan, dan nilai-nilai.

"Sikap adalah karakter. Di sini penulis mengingatkan kepada orang tua untuk menanamkan karakter dasar pada anak. Karena karakter ini sama dengan akar. Ketika akarnya kuat, maka pohon kehidupan anak di masa depannya akan tumbuh dengan kokoh," ujar dia.

Ada banyak sekali aspek yang bisa dipelajari dalam aspek sikap. Beberapa di antaranya mengajarkan sikap bersyukur, sehat dengan tertawa, menghargai kesederhanaan, dan lain sebagainya.

Fondasi Utama

Sementara itu, narasumber lainnya, Dara Ayu Suharto, berpendapat bahwa agama menjadi fondasi utama dalam pendidikan anak. Selain pendidikan agama, orang tua, kata Dara, juga perlu mengajarkan pendidikan moral kepada anak.

"Oleh sebab itu mari kita didik anak dengan fondasi yang utama adalah agama, kemudian pendidikan moral yang bagus. Kebiasaan kita di rumah itu pasti akan dicontoh anak-anak kita," kata dia.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono menjelaskan bahwa kegiatan bedah buku ini merupakan kolaborasi DPAD DIY dengan DPRD DIY. Kurang lebih ada 200 titik di DIY yang menjadi sasaran kegiatan bedah buku yang mengusung berbagai judul buku. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemda DIY untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat.

Pada kesempatan ini, Budiyono juga mengenalkan Salam Literasi kepada para peserta bedah buku.

Dijelaskan Budiyono, Salam Literasi itu mengandung semangat Buku, Buka, Baca, Bisa. Dari membaca, masyarakat diharapkan bisa berkarya nantinya. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online