UNISA Yogyakarta Pamerkan Ragam Inovasi Riset Kesehatan di SSTY 2026

Media Digital
Media Digital Rabu, 09 September 2026 16:02 WIB
UNISA Yogyakarta Pamerkan Ragam Inovasi Riset Kesehatan di SSTY 2026

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi pada Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY) 2026 yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (9/9/2026)./ Ist

JOGJA— Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi pada Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY) 2026 yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “Kontribusi Perguruan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Pembangunan Daerah melalui Kontribusi Riset”, SSTY 2026 menjadi forum untuk mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pemanfaatan hasil riset untuk menjawab persoalan pembangunan. Kegiatan tersebut berlangsung di The Rich Jogja Hotel.

Dalam pameran tersebut, UNISA Yogyakarta menampilkan berbagai inovasi hasil penelitian dosen dan tenaga kependidikan, khususnya di bidang kesehatan. Inovasi yang dipamerkan tidak hanya menunjukkan perkembangan teknologi kesehatan, tetapi juga upaya mengembangkan hasil penelitian menjadi produk dan perangkat yang aplikatif serta berpotensi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Salah satu inovasi yang ditampilkan yakni Sensor Bracelet (SErBet) berbasis Internet of Medical Things (IoMT) untuk mendukung deteksi dini risiko stunting. Inovasi tersebut menjadi contoh pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pemantauan kesehatan sekaligus upaya pencegahan stunting.

Selain itu, UNISA Yogyakarta menghadirkan sejumlah inovasi alat kesehatan ergonomis, antara lain GOE-KB, Kursi Oksitosin Ergonomis Ibu Menyusui (KursiMU), serta Smart Vest Oxitocyn. Produk terakhir merupakan rompi simulasi praktikum kesehatan berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi sensor tekanan.

Untuk mendukung pendidikan tenaga kesehatan, UNISA juga menampilkan Phantom USG Feta-UNISA, media pembelajaran praktik ultrasonografi (USG) trimester pertama yang dirancang inovatif dan realistis. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan media pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik secara lebih optimal.

Sementara itu, L-sAFE dikembangkan sebagai kursi emergency terapan untuk mendukung kebutuhan fisioterapi geriatri. Beragam inovasi tersebut memperlihatkan bahwa riset UNISA Yogyakarta diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di bidang kesehatan, baik dalam aspek pelayanan, teknologi, maupun pendidikan.

Dosen peneliti sekaligus tim LPPM UNISA Yogyakarta, Eni Fitriahadi, mengatakan keikutsertaan UNISA dalam SSTY 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil riset kepada masyarakat sekaligus membuka peluang kolaborasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa hasil riset di perguruan tinggi tidak berhenti sebagai publikasi atau karya akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Pameran ini menjadi ruang untuk mempertemukan hasil riset dengan pengguna dan membuka peluang kolaborasi untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Eni.

Menurutnya, berbagai inovasi yang dibawa UNISA Yogyakarta mencerminkan karakter riset yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan.

“Sebagian besar inovasi yang kami tampilkan berangkat dari persoalan yang ditemukan di lapangan. Karena itu, yang kami dorong bukan hanya menghasilkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan, dikembangkan, dan memberikan dampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya menampilkan hasil penelitian, UNISA Yogyakarta juga membawa sejumlah produk hasil pengabdian kepada masyarakat, seperti minuman instan daun salam dan kopi rempah “SAE”. Produk tersebut menjadi contoh bagaimana kegiatan pengabdian dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal sekaligus membuka peluang pemberdayaan dan peningkatan nilai ekonomi masyarakat.

Keikutsertaan UNISA Yogyakarta dalam SSTY 2026 sejalan dengan arah kegiatan yang mendorong riset dan inovasi perguruan tinggi agar tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi mampu menjawab kebutuhan daerah dan menghasilkan dampak nyata.

LLDIKTI Wilayah V menempatkan SSTY sebagai forum kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor terkait untuk mendorong hilirisasi riset dan inovasi.

Bagi UNISA Yogyakarta, pameran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang berorientasi pada kemanusiaan. Riset yang tepat diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga menghadirkan solusi yang tepat guna bagi masyarakat.

Semangat tersebut terus didorong UNISA Yogyakarta melalui pengembangan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online