UNISA Yogyakarta Pamerkan Ragam Inovasi Riset Kesehatan di SSTY 2026
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi
kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Kampus UNY Wates, Rabu (9/9/2026)./ Ist
KULONPROGO— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kampus Wates terus memperluas kolaborasi dalam berbagai bidang. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Kampus UNY Wates, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Kulonprogo, civitas akademika UNY, serta masyarakat sekitar kampus. Sejumlah doorprize juga disiapkan untuk peserta.
Jalan sehat dimulai dari Lapangan Atletik UNY Wates dan berakhir di depan Rumah Dinas Bupati Kulonprogo. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Pemkab Kulonprogo dan UNY, khususnya dalam mendorong pengembangan olahraga dan sumber daya manusia (SDM).
Kerja sama kedua pihak juga mencakup penyediaan fasilitas perkuliahan bagi ASN Kulonprogo yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3.
Pemkab Kulonprogo terus mendorong peningkatan kualitas ASN dan masyarakat melalui berbagai program pengembangan pendidikan tinggi. Bagi ASN yang melanjutkan studi S1, S2, hingga S3 di UNY, pembiayaan dapat memanfaatkan skema dana talangan yang bekerja sama dengan Bank Kulonprogo.
.jpg)
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menegaskan skema pembiayaan tersebut tidak membebani APBD Kabupaten Kulonprogo.
“Pembiayaannya untuk ASN menggunakan dana talangan dari Bank Kulonprogo, tidak memakai APBD karena murni pemotongannya sudah dinegosiasi. Kalau menyelenggarakan pakai APBD kan harus pakai perda dulu,” kata Agung, Rabu.
Kolaborasi strategis Pemkab Kulonprogo dan UNY juga diarahkan pada pengembangan SDM dan infrastruktur pendidikan. Salah satu fokus yang tengah dimatangkan adalah menjadikan Kulonprogo sebagai pusat ekosistem pendidikan keolahragaan terpadu dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Agung mengatakan wacana pemusatan kawasan pendidikan keolahragaan tersebut tengah dimatangkan bersama Rektor UNY.
“Kami pengin memusatkan khusus yang olahraga ada di Kulonprogo. Jadi akan membuat satu serangkaian pendidikan dari SD, SMP, SMA/SMK, kemudian universitas yang basis keolahragaan sampai kesehatan, bahkan turunannya nanti ada kedokteran,” ujarnya.
Embrio pembangunan pusat pendidikan olahraga dan kesehatan terpadu tersebut diproyeksikan berada di wilayah Kulonprogo. Karena itu, momentum peringatan Haornas 2026 menjadi bagian dari rangkaian kerja sama Pemkab Kulonprogo dan UNY dalam memperkuat ekosistem olahraga dan pendidikan di daerah.
Rektor UNY, Sumaryanto, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat dan daerah mitra.
“UNY harus mendedikasikan dan mendarmabaktikan keberadaannya, salah satunya untuk Pemkab Kulonprogo. Baik dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa,” ujarnya.
Sumaryanto membenarkan kerja sama antara UNY dan Pemkab Kulonprogo tidak hanya mencakup kegiatan kemahasiswaan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga peningkatan kualitas SDM ASN daerah.
Pemkab Kulonprogo secara aktif memfasilitasi peningkatan jenjang pendidikan bagi para pegawainya melalui program pendidikan S1, S2, hingga S3 di UNY.
Langkah tersebut sekaligus diproyeksikan menjadi cikal bakal lahirnya tenaga pengajar dan akademisi lokal di masa mendatang.
“Di saat yang sama, kami juga merambah kerja sama lintas pulau bersama Pemkab Musi Rawas, Sumatra Selatan, yang sekarang masih dalam proses penjajakan,” kata Sumaryanto. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi
Jogja mendung beberapa hari terakhir bukan tanda kemarau berakhir. BMKG memprediksi hujan masih rendah hingga November 2026.
DPR mendesak BGN menangani serius korban keracunan MBG, termasuk memastikan perawatan hingga pulih dan menanggung biaya pengobatan.
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.