Satpol PP Bantul Bongkar Tempat Produksi Miras Oplosan
Satpol PP Bantul berhasil mengungkap lokasi yang diduga menjadi tempat produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi
Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, sedang menyampaikan pentingnya literasi seorang ibu terhadap perkembangan anak di Balai Kalurahan Sidoagung, Godean, Sleman, Kamis (23/7/2026). Harian Jogja
SLEMAN - Literasi menjadi bekal penting bagi ibu dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital. Pengetahuan yang terus diperbarui diyakini mampu memperkuat peran ibu sebagai pendidik pertama di keluarga, membentuk karakter anak, sekaligus menjaga ketahanan keluarga.
Pesan itu disampaikan dalam kegiatan bedah buku berjudul Inspirasi Pemberdayaan Perempuan: Menjadi Ibu yang Berprestasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Balai Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Sleman, Kamis (23/7).
Bedah buku tersebut menghadirkan penulis buku sekaligus konselor keluarga Rochma Yulika serta praktisi pemberdayaan perempuan Eko Budi Lestari.
Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, mengatakan ibu merupakan "madrasah" pertama dan utama bagi anak. Karena itu, perempuan perlu terus meningkatkan wawasan agar mampu menjawab tantangan pengasuhan yang semakin kompleks.
"Ibu adalah 'madrasah' yang pertama dan utama bagi putra-putri kita. Langkah demi langkah seorang ibu menjadi penentu tumbuh kembang anak serta keharmonisan keluarga," kata Sofyan dalam pemaparannya, Kamis.
Sementara itu, penulis buku Inspirasi Pemberdayaan Perempuan: Menjadi Ibu yang Berprestasi, Rochma Yulika, mengatakan tantangan membesarkan anak saat ini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Tingginya paparan media sosial, tayangan yang tidak sesuai usia, serta pola konsumsi makanan olahan, kata dia, berpotensi memengaruhi perkembangan emosi dan karakter anak apabila tidak diimbangi dengan pendampingan orang tua.
Dia mencontohkan banyak anak usia sekolah dasar mulai meniru kosa kata yang tidak pantas dari tayangan televisi tanpa memahami maknanya. Karena itu, pengawasan terhadap tontonan maupun penggunaan gawai harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga.
"Anak-anak itu sering kali 'kulakan' kata-kata dari sinetron. Jika ibunya sudah melarang tontonan tersebut, seluruh anggota keluarga, termasuk nenek dan kakek, harus kompak mendukung. Pendidikan karakter di rumah harus satu suara agar anak tidak kebingungan," kata Rochma.
Selain mengawasi lingkungan anak, Rochma mengingatkan pentingnya membangun suasana keluarga yang positif. Dia mengajak para orang tua menjaga ucapan, membiasakan berpikir positif, dan memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa.
Menurutnya, keberhasilan seorang ibu tidak ditentukan oleh gelar pendidikan, melainkan kemampuannya melahirkan generasi yang berkarakter sekaligus menjaga keharmonisan rumah tangga.
Sementara itu, Eko Budi Lestari menegaskan pendidikan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga ayah. Dia menilai kolaborasi orang tua menjadi kunci untuk membentengi anak dari pengaruh negatif dunia digital, pergaulan bebas, hingga tindak kekerasan jalanan.
"Mendidik anak itu tugas orang tua berdua, bukan ibu saja. Ketika anak bermasalah, ibu sering disalahkan. Namun ketika anak berprestasi, justru bapak yang dipuji. Stereotip ini harus diubah. Ibu dan bapak punya andil bersama dalam membina karakter anak," ujarnya.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, mengatakan perpustakaan menjadi sarana bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri melalui literasi. Menurutnya, perpustakaan kini tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi ruang belajar yang mudah diakses, termasuk melalui layanan buku elektronik.
"Ibu-ibu dan generasi muda sekarang tidak perlu repot. Melalui layanan buku elektronik, masyarakat bisa meminjam buku langsung dari ponsel pintar. Ini membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para ibu untuk terus belajar, menambah wawasan keluarga, dan meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan peran di rumah," kata Budiyono.
DPAD DIY saat ini mengelola sekitar 450.000 judul buku serta menyediakan layanan perpustakaan digital yang dapat diakses melalui telepon pintar.
Melalui penguatan literasi tersebut, para ibu diharapkan memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk membangun karakter anak, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta mewujudkan keluarga yang tangguh menghadapi perubahan zaman. Anak yang bermasalah atau nakal sering kali membuat ibu menjadi pihak yang disalahkan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul berhasil mengungkap lokasi yang diduga menjadi tempat produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi
Kemkomdigi memperketat pengawasan registrasi kartu SIM berbasis biometrik untuk menekan penyalahgunaan nomor seluler dan kejahatan digital.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Jumat 24 Juli 2026 untuk layanan reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun Bandara YIA.
Literasi menjadi bekal penting bagi ibu dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 24 Juli 2026 dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB dengan tarif tetap Rp8.000.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Jumat 24 Juli 2026, berangkat mulai pukul 05.05 WIB dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif tetap Rp8.000.