BEDAH BUKU: Warga Sleman Diajak Mengelola Limbah sejak Dapur

Media Digital
Media Digital Kamis, 13 Agustus 2026 07:42 WIB
BEDAH BUKU: Warga Sleman Diajak Mengelola Limbah sejak Dapur

Anggota DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu (kedua kanan) memaparkan materinya dalam bedah buku yang digelar di Pendopo Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (12/8).

SLEMAN - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur di Pendopo Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (12/8).

Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret untuk mendorong minat baca sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Anggota DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu, menjelaskan bahwa buku yang dibedah mengangkat pentingnya memasak di rumah. Menurutnya, menghidupkan kembali aktivitas di dapur dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi produksi sampah rumah tangga.

“Kalau kemudian kita makan itu membeli, ini yang kemudian menimbulkan sampah. Kalau sampahnya mungkin kertas begitu itu mungkin enggak masalah, tetapi kalau sampahnya plastik, nah ini menimbulkan semakin banyak limbah rumah tangga yang kemudian tidak bisa didaur ulang,” kata Yuni, Rabu (12/8).

Menurut Yuni, memasak di rumah tidak hanya lebih hemat, tetapi juga dapat mengurangi produksi sampah. Selain itu, masyarakat dapat menanam sendiri bahan pangan di rumah sehingga lebih irit dan menghasilkan lebih sedikit sampah.

“Kalau itu hanya keluarga kecil, kan kita bisa menanam. Mulai dari cabai, terung, begitu kan sekarang sudah bisa ditanam semua. Kami mendorong untuk keluarga itu ya sekarang mau tidak mau harus memasak,” ujarnya.

Memasak sendiri di rumah juga memungkinkan keluarga mengatur takaran gizi sesuai kebutuhan. Selain itu, kebersihan makanan dapat lebih terjamin.

Sementara itu, praktisi hukum lingkungan, Latifah Oktafiani, memaparkan pentingnya membudayakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Menurutnya, masyarakat perlu mulai menerapkan pola hidup yang meminimalkan sampah dengan prinsip reuse, reduce, dan recycle.

Latifah juga menyinggung pentingnya reaktivasi bank sampah. Menurutnya, bank sampah dapat membantu masyarakat mengurangi jumlah sampah sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

“Karena kan bank sampah ini sebetulnya yang lebih banyak membantu masyarakat untuk bisa mereduksi jumlah sampah, ditambah sekarang sudah mulai bisa diubah menjadi nilai ekonomis,” ujarnya.

Perwakilan Pustaka Egaliter, Rayi Dino Yudhoyono, mengungkapkan bahwa buku tersebut diharapkan dapat menggerakkan pembaca untuk mengolah sampah dari rumah.

“Di sinilah solusi-solusi yang diberikan oleh para penulis yang hebat, yang bisa memberikan sebuah solusi yang mungkin Anda juga sudah paham tentang bagaimana pengolahan sampah,” ujarnya.

Diimplementasikan

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, menambahkan bahwa kegiatan bedah buku tersebut menjadi salah satu upaya dinas untuk menyosialisasikan pentingnya minat dan budaya membaca di tengah masyarakat.

“Isi buku ini diharapkan nantinya bisa diimplementasikan dalam bentuk karya. Bisa jadi itu mungkin dari cara perilaku mengelola sampah sampai kemudian cara mendaur ulang sampah ini akan lebih memiliki nilai ekonomi,” ucapnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online