Budaya Membaca Jadi Bekal Menyaring Informasi di Era Digital
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman (tengah) menyampaikan pentingnya membangun budaya membaca dalam bedah buku Yogyakarta dari Masa ke Masa di Balai Panca RW Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja, Kamis (16/7)./ Harian Jogja/Stefani Yulindriani
JOGJA - Budaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Kemampuan literasi dinilai mampu membantu masyarakat menyaring informasi sehingga tidak mudah terprovokasi maupun menerima kabar yang tidak benar.
Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, dalam bedah buku Yogyakarta dari Masa ke Masa yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY di Balai Panca RW Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja, Kamis (16/7). Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus memperkenalkan sejarah serta kekayaan budaya Jogja kepada masyarakat.
"Hari ini informasi begitu mudah masuk kepada masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana kita memfilter informasi yang ada. Untuk memfilter informasi, kita butuh literasi membaca. Kalau tidak, kita akan mudah terprovokasi dan menerima informasi yang bahkan tidak benar," kata Budi.
Dia menilai rendahnya budaya membaca masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Menurutnya, kebiasaan membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir yang runtut dan kritis.
"Saya ingin mendorong masyarakat supaya gemar membaca dan tahu faedahnya. Dengan membaca, kita terbiasa berpikir runtut dan sistematis sehingga dalam menjalani kehidupan sehari-hari, saat mengambil keputusan, tidak dilakukan secara acak. Membaca buku juga membuat kita terbiasa mengecek informasi, apakah benar, apa dasarnya, mana datanya, karena ada daftar pustaka sehingga isinya bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Perwakilan penerbit, Diyan Yulianto, menjelaskan buku Yogyakarta dari Masa ke Masa disusun melalui riset kepustakaan dan penelitian lapangan. Seluruh referensi yang digunakan berasal dari berbagai sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, buku tersebut mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang Jogja, mulai dari masa kejayaan para raja hingga transformasi menuju kota modern. Setiap bab mengulas budaya, tradisi, filosofi, serta sejarah para sultan yang membentuk identitas Jogja dan menunjukkan bagaimana daerah tersebut berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional.
Praktisi literasi, Isti Sri Rahayu, mengatakan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama.
"Kita harus melestarikan budaya," katanya.
Dia menilai buku tersebut menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai Yogyakarta, mulai dari kemegahan Kraton Yogyakarta, motif batik yang sarat makna, keris sebagai warisan budaya, hingga perkembangan arsitektur dan kehidupan masyarakat modern yang tetap berpijak pada akar tradisi.
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan DPAD DIY terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui berbagai program, termasuk penyediaan layanan perpustakaan digital.
"Masyarakat kini bisa lebih mudah membaca buku," katanya.
Menurutnya, kehadiran perpustakaan digital diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai koleksi bacaan sehingga budaya literasi di DIY semakin meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital
Arung Progo Festival 2026 digelar di Kalibawang, Kulonprogo. Ajang arung jeram nasional ini diharapkan mendorong sport tourism, homestay warga, dan ekonomi loka
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG prediksi cuaca DIY Jumat (17/7) cerah berawan. Waspada udara kabur di Sleman & Kulonprogo, suhu 20-32°C. Simak info lengkapnya di sini.