Warga Semanu Diajari Mengelola dan Mengolah Sampah dengan Benar
Agenda Bedah Buku berjudul Kelola Sampah Menjadi Berkah diselenggarakan di Balai Padukuhan Semanu Utara, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul.
Suasana bedah buku berjudul Kelola Sampah Menjadi Berkah di Balai Semanu Utara di Kalurahan Semanu, Semanu, Rabu (8/7). Harian Jogja/David Kurniawan
GUNUNGKIDUL - Agenda Bedah Buku berjudul Kelola Sampah Menjadi Berkah diselenggarakan di Balai Padukuhan Semanu Utara, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, Rabu (8/7). Selain untuk meningkatkan minat baca, kegiatan ini juga menjadi upaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang benar.
“Mungkin saat ini sampah belum jadi masalah di Gunungkidul. Meski demikian, sampah harus tetap diperhatikan agar bisa terkelola dengan baik,” kata Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik.
Ia berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam mengolah sampah agar tidak menjadi sumber masalah. Karena itu, melalui agenda Bedah Buku, masyarakat diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang cara mengolah sampah yang baik dan benar.
Menurut dia, ada manfaat lain dari pengolahan sampah karena bisa menjadi sumber tambahan penghasilan. Proses ini bisa dilakukan melalui bank sampah, tetapi sebelum disetorkan ke bank sampah, sampah harus melalui proses pemilahan.
Pemilahan memegang peranan penting karena yang dibuang benar-benar residu atau sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Adapun benda-benda yang masih bisa dimanfaatkan dapat didaur ulang menjadi berbagai aneka kerajinan dengan nilai jual yang baik.
“Lewat buku ini masyarakat diberikan pemahaman yang baik tentang pengelolaan sampah. Selain untuk meningkatkan minat baca, harapannya juga bisa memberikan inspirasi dalam berkarya, khususnya berkaitan dengan pengolahan sampah,” katanya.
Lurah Semanu, Harto Muadzan, mengapresiasi pelaksanaan program Bedah Buku di Balai Padukuhan Semanu Utara. Menurut dia, kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi peserta yang hadir.
Harto tidak menampik, keberadaan sampah di wilayahnya saat ini belum menjadi sumber masalah. Namun, potensi timbulnya masalah tetap ada karena sampah erat kaitannya dengan aktivitas manusia.
“Semakin banyak warga, maka sampah yang diproduksi akan semakin banyak, sehingga lambat laun sampah bisa menjadi masalah,” kata Harto.
Di sisi lain, agenda Bedah Buku tidak hanya untuk mengantisipasi persoalan sampah, tetapi juga membuka potensi tambahan penghasilan dari pengolahan sampah.
“Kalurahan Semanu sudah punya empat bank sampah yang tersebar di beberapa padukuhan. Ini bisa dioptimalkan karena ada hasil yang diperoleh dari sampah yang disetorkan ke bank sampah,” katanya.
Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan Bedah Buku yang terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat.
“Tidak hanya minat baca, tetapi juga daya baca. Peningkatan daya baca ini penting karena berkaitan dengan kecerdasan kognitif dalam merespons sesuatu. Harapannya, program Bedah Buku ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, DPAD DIY juga memiliki program perpustakaan digital melalui iJogja. Layanan ini dapat diakses secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Aplikasi iJogja bisa diunduh melalui Play Store sehingga ada e-book yang bisa dibaca sesuai dengan yang diinginkan,” katanya.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Agenda Bedah Buku berjudul Kelola Sampah Menjadi Berkah diselenggarakan di Balai Padukuhan Semanu Utara, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul.
Iran ancam balasan keras usai serangan AS. Trump klaim jadi target pembunuhan nomor satu di tengah memanasnya konflik kedua negara.
Patroli gabungan Polda DIY, BNNP, dan Satpol PP digelar setiap malam selama libur sekolah untuk mencegah kenakalan remaja dan balapan liar.
Kejati Jatim tetapkan tiga tersangka kasus korupsi KUR di Jember senilai Rp41,48 miliar. Dua ditahan, satu sudah jalani hukuman lain.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, 9 Juli 2026, bervariasi. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback terbaru.
Prambanan Jazz 2026 berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan sekitar 65 penampil dan menyedot lebih dari 85.000 penonton.