Ada 85.000 Penonton, Prambanan Jazz 2026 Semarakkan Ekonomi DIY

Media Digital
Media Digital Kamis, 09 Juli 2026 09:32 WIB
Ada 85.000 Penonton, Prambanan Jazz 2026 Semarakkan Ekonomi DIY

Prambanan Jazz 2026 berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan sekitar 65 penampil dan menyedot lebih dari 85.000 penonton./ Ist

SLEMAN - Prambanan Jazz 2026 berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan sekitar 65 penampil dan menyedot lebih dari 85.000 penonton. Festival tahunan yang digelar pada 3–5 Juli 2026 ini turut menyemarakkan perekonomian DIY dari berbagai aspek.

Mengusung tema Celebrate The Joy, Prambanan Jazz tidak hanya menjadi panggung musik, tetapi juga ruang ekspresi seni, budaya, dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Sebelum menikmati pertunjukan musik, pengunjung disambut beragam karya seni yang tersebar mulai dari pintu masuk hingga berbagai titik di area festival.

Instalasi seni tersebut merupakan karya Eko Nugroho yang menghadirkan nuansa monokrom sebagai penyambut pengunjung, kemudian berpadu dengan ledakan warna ceria di area utama festival.

Memasuki area pertunjukan, penonton diajak larut dan bernyanyi bersama para musisi. Sejumlah headliner yang tampil pada Prambanan Jazz 2026 antara lain Michael Learns to Rock, Xdinary Heroes, Barasuara, Joe Alexander, NIKI, Letto, The Rose, hingga Kla Project. Salah satu penampil yang paling dinantikan, NIKI, menjadi representasi musisi Indonesia yang "pulang ke rumah" setelah meniti karier di panggung musik internasional.

Nuansa berbeda juga dihadirkan melalui program Playing Jazz. Musisi seperti The Panturas, Perunggu, Salma Salsabil, Rio Febrian, White Chorus, dan Jogja Hip Hop Foundation menampilkan interpretasi baru dengan mengaransemen lagu-lagu mereka menggunakan sentuhan musik jazz.

Keberagaman genre dan penampil menjadi komitmen Prambanan Jazz dalam menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan terus bertumbuh. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui program I'm Jazz A Kids, ajang pencarian talenta muda yang bertujuan menjaga regenerasi musisi jazz di Indonesia.

Upaya memperkuat budaya juga diwujudkan melalui program #BerkainKePrambananJazz yang mengajak pengunjung merayakan keindahan wastra Nusantara di tengah kemeriahan festival.

Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan turut menjadi bagian penting penyelenggaraan tahun ini. Di Panggung Langgam, Prambanan Jazz menggunakan genset berbahan bakar minyak hasil pengolahan limbah plastik melalui metode pirolisis bekerja sama dengan Get Plastic. Penyelenggara juga menggandeng Lokalogi sebagai mitra Event Waste Management untuk melakukan pemilahan sampah selama festival berlangsung.

Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Alimi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penonton yang telah menjadi bagian dari perayaan tahun ini.

"Terima kasih kepada lebih dari 85.000 penonton yang telah hadir. Prambanan Jazz selalu menjadi tempat bagi kita semua untuk pulang dan berbahagia bersama," ujar Anas.

Festival Director Prambanan Jazz Festival, Tovic, menambahkan penyelenggaraan tahun ini menjadi awal dari berbagai langkah baru yang akan terus dikembangkan. Menurutnya, penyelenggaraan Prambanan Jazz 2026 mungkin belum menjadi versi terbaik bagi sebagian penonton.

"Namun bagi kami, ini adalah versi terbaik dalam menghadirkan berbagai pembaruan sebagai awal babak baru Prambanan Jazz. Semarak yang tercipta menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik di tahun depan," kata Tovic.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online