Literasi Baca Masih Rendah, DPRD DIY Dorong Bedah Buku untuk UMKM

Media Digital
Media Digital Kamis, 09 Juli 2026 05:07 WIB
Literasi Baca Masih Rendah, DPRD DIY Dorong Bedah Buku untuk UMKM

Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman mendorong agar masyarakat meningkatkan kemampuan literasinya dalam beda buku Pedoman Praktis Usaha Mikro dan Kecil di Era Milenial yang digelar di Balai Serba Guna Sorosutan, Rabu (8/7/2026). (Stefani Yulindriani)

JOGJA - Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mendorong penguatan budaya membaca dan menulis di tengah derasnya arus informasi digital. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui agenda Bedah Buku berjudul Pedoman Praktis Usaha Mikro dan Kecil di Era Milenial yang digelar di Balai Serba Guna Sorosutan, Kapanewon Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (8/7).

Menurut Budi Waljiman, rendahnya minat baca masyarakat masih menjadi tantangan hingga saat ini. Kondisi tersebut diperparah dengan perkembangan teknologi digital yang membuat masyarakat lebih banyak mengonsumsi informasi secara instan dibandingkan membaca secara mendalam.

Ia mengatakan tantangan masyarakat saat ini telah bergeser. Jika dahulu masyarakat kesulitan memperoleh informasi, kini tantangannya justru memilah informasi yang benar di tengah melimpahnya konten di ruang digital.

"Kalau dulu tantangannya susah mendapatkan informasi, sekarang tantangannya memfilter informasi. Informasi yang beredar belum tentu benar, sehingga literasi menjadi sangat penting," katanya.

Budi menilai kegiatan Bedah Buku tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menjadi sarana memperluas wawasan masyarakat, termasuk dalam bidang kewirausahaan.

Dalam kesempatan itu, penerbit buku Pedoman Praktis Usaha Mikro dan Kecil di Era Milenial, Tri Darmini, menjelaskan buku tersebut disusun sebagai panduan praktis bagi masyarakat yang ingin memulai usaha maupun pelaku UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Ia menjelaskan perencanaan menjadi fondasi utama dalam membangun usaha. Mulai dari menentukan jenis usaha, menyiapkan peralatan, sumber daya manusia, hingga menyusun sistem pengawasan harus dirancang sejak awal agar usaha dapat berjalan sesuai target.

Selain itu, pelaku UMKM juga diingatkan untuk memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Menurutnya, pencampuran kedua pos tersebut kerap menjadi penyebab usaha sulit berkembang karena modal terpakai untuk kebutuhan di luar bisnis.

“Perencanaan usaha yang matang juga memudahkan pelaku UMKM ketika membutuhkan tambahan pembiayaan. Dengan rencana bisnis yang jelas, kebutuhan modal, kemampuan mengangsur pinjaman, hingga strategi pengembangan usaha dapat dihitung secara lebih terukur,” katanya.

Praktisi UMKM, Farhan Acha, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengajak pelaku UMKM memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana memperluas pasar.

“Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan perilaku konsumen menjadi salah satu kunci agar usaha mampu bertahan dan berkembang,” katanya.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiono, mengatakan Bedah Buku tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi di masyarakat.

“Kegiatan seperti ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan buku sebagai sumber pengetahuan, termasuk dalam mengembangkan UMKM,” katanya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online