BTN Lampaui Rata-rata Industri Perbankan

Media Digital
Media Digital Kamis, 09 Juli 2026 10:02 WIB
BTN Lampaui Rata-rata Industri Perbankan

Juma Pers paparan kinerja tahun 2025 PT.Bank Tabungan Negara (BTN)./ Ist

BTN Perkuat Transformasi Bisnis Selaras dengan Danantara, Kinerja Tumbuh Berkelanjutan dan Lampaui Rata-rata Industri Perbankan Nasional

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan industri perbankan nasional. Transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten, serta penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, mendorong kinerja konsolidasi BTN tumbuh berkelanjutan sekaligus melampaui rata-rata industri perbankan nasional hingga Mei 2026.

Integrasi BTN ke dalam ekosistem Danantara Indonesia menjadi katalis utama dalam akselerasi transformasi perseroan. Melalui Danantara, BTN memperoleh akses terhadap penguatan sinergi lintas sektor yang lebih luas, efisiensi operasional melalui berbagi sumber daya (shared services), serta optimalisasi modal untuk mendukung ekspansi bisnis yang lebih masif.

Danantara juga berperan dalam memberikan arahan strategis agar BTN mampu bertransformasi menjadi bank modern yang lebih lincah, dengan memperkuat struktur permodalan serta menyelaraskan kebijakan bisnis dengan agenda pembangunan nasional yang lebih terintegrasi. Sinergi ini memastikan BTN memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan global sekaligus meningkatkan kemampuan eksekusi dalam menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem perbankan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan transformasi perseroan mampu memperkuat fundamental bisnis sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan industri perbankan.

"Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage agar BTN mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan," ujar Nixon di Jakarta, Rabu (8/7).

Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi hingga Mei 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun atau meningkat 54,37% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun.

Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp7,13 triliun atau tumbuh 15,15% yoy dibandingkan Rp6,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspansi bisnis perseroan juga tetap terjaga dengan kualitas yang baik. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun atau meningkat 9,97% yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tercatat sebesar Rp433,95 triliun atau tumbuh 9,09% yoy dibandingkan Rp397,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

BTN juga mencatatkan peningkatan profitabilitas operasional yang kuat. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi mencapai Rp2,39 triliun atau meningkat 58,37% yoy dibandingkan Rp1,51 triliun pada Mei 2025. Sementara itu, pre-provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun atau tumbuh 20,07% yoy dibandingkan Rp3,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum nasional hingga Mei 2026 tumbuh 4,96% yoy, sedangkan laba bersih konsolidasi BTN meningkat 54,37% yoy. Pertumbuhan kredit BTN sebesar 9,97% yoy juga berada di atas pertumbuhan kredit industri yang mencapai 8,62% yoy. Adapun pertumbuhan DPK BTN sebesar 9,09% yoy melampaui rata-rata industri yang tercatat 4,29% yoy.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, BTN terus mempercepat transformasi bisnis melalui penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola, modernisasi infrastruktur teknologi informasi, percepatan digitalisasi layanan, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan organisasi yang semakin produktif, adaptif, dan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Menurut Nixon, transformasi BTN sebagai bank beyond mortgage merupakan langkah strategis perseroan untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"BTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah. Kami terus memperluas peran sebagai bank yang mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan, mulai dari mewujudkan kepemilikan rumah, mendukung berbagai kebutuhan gaya hidup, hingga mempersiapkan masa pensiun. Pada saat yang sama, kami juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi untuk mempermudah transaksi di seluruh rantai nilai bisnis perumahan beserta sektor-sektor yang terkait di dalamnya. Dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, kami optimistis transformasi ini akan semakin memperkuat posisi BTN sebagai bank yang relevan, modern, dan berdaya saing tinggi," ujar Nixon. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online