Lewat Film BNNP DIY Sebut Bahaya Narkoba Bertransformasi Jadi Permen
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman (tengah) menyampaikan pentingnya membangun budaya membaca saat bedah buku Yogyakarta dari Masa ke Masa di Auditorium Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (16/7). / Harian Jogja - Stefani Yulindriani
JOGJA - Budaya literasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menangkal hoaks sekaligus menjaga identitas budaya Jogja di tengah derasnya arus informasi digital.
Pesan tersebut mengemuka dalam bedah buku Yogyakarta dari Masa ke Masa yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY di Auditorium Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (16/7/2026).
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mengatakan tantangan masyarakat saat ini bukan hanya banyaknya informasi yang beredar, tetapi juga kemampuan menyaring setiap informasi secara kritis. Menurutnya, masyarakat yang tidak terbiasa berpikir mendasar dan sistematis akan lebih mudah terpengaruh berita bohong maupun provokasi.
"Pentingnya masyarakat berpikir secara sistematis dan runtut sehingga tidak mudah termakan provokasi yang ada," katanya.
Ia menuturkan budaya literasi perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu menganalisis setiap informasi sebelum memercayai maupun menyebarkannya. Kemampuan berpikir kritis tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Aji, menilai identitas budaya masyarakat Jogja kini menghadapi tantangan.
"Identitas budaya masyarakat Jogja masuk dalam kondisi krisis," ujarnya.
Menurut Bobby, terdapat sejumlah fenomena yang mulai menggerus citra Jogja, salah satunya praktik parkir yang merugikan wisatawan di kawasan destinasi wisata. Persoalan tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar fondasi budaya Jogja tetap terjaga.
Ia menambahkan, Jogja memiliki nilai-nilai luhur seperti Sangkan Paraning Dumadi dan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang diwariskan Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi. Filosofi tersebut mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan manusia dengan sesama, alam, dan lingkungannya.
Perwakilan penerbit, Diyan Yulianto, menjelaskan penyusunan buku Yogyakarta dari Masa ke Masa didasarkan pada riset yang memadukan berbagai sumber melalui telaah pustaka dan data lapangan. Penulis menggunakan beragam referensi yang tercantum dalam daftar pustaka sebagai rujukan utama, kemudian melengkapinya dengan informasi yang diperoleh langsung dari lapangan.
Menurutnya, buku tersebut mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang Jogja, dari masa kejayaan para raja hingga bertransformasi menjadi kota modern yang tetap sarat nilai budaya.
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat melalui berbagai program, termasuk penyediaan layanan perpustakaan digital.
"Masyarakat kini bisa lebih mudah membaca buku," katanya.
Menurut Hadi, kehadiran perpustakaan digital diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap berbagai koleksi bacaan sehingga budaya literasi di DIY semakin meningkat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
Karhutla di kawasan Gunung Bromo berdampak pada 899,35 hektare. Tim gabungan mengerahkan dua helikopter untuk water bombing.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
BGN meminta guru mengedukasi siswa agar MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang karena berisiko memicu keracunan.