Tangani Stunting dengan Mengasah Kepekaan Sosial
Masalah stunting yang kerap dipicu oleh faktor ekonomi hingga keterbatasan informasi coba diurai melalui jalur peningkatan literasi.
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Penanggulangan Stunting di Padukuhan Ngringin, Condongcatur, Selasa (14/7)./ Harian Jogja - Catur Dwi Janati
SLEMAN - Masalah stunting yang kerap dipicu oleh faktor ekonomi hingga keterbatasan informasi coba diurai melalui jalur peningkatan literasi. Atas dasar itulah DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Penanggulangan Stunting di Padukuhan Ngringin, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Selasa (14/7).
Buku ini membahas pendekatan berbasis sosiokultural dengan mengedukasi masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi tetangga sekitar.
Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menilai penanganan stunting memang harus memperhatikan berbagai aspek dan tidak bisa ditangani secara parsial. Aspek sosiokultural menjadi salah satu pendekatan yang diambil.
Melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), warga miskin dan miskin ekstrem dapat lebih mudah terlacak. Sebab, persoalan stunting juga tidak bisa dilepaskan dari masalah ekonomi.
“Kalau miskin ekstrem, itu kan berarti otomatis secara tidak langsung kan awareness dari lingkungan sekitar itu akan lebih kita lihat. Tetapi juga, kepedulian sosial ini juga bisa menanggulangi salah satu memutus mata rantai,” ujarnya di sela-sela bedah buku.
Kendati demikian, Anton mengatakan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara holistik. Berbagai aspek lainnya, seperti edukasi dalam mempersiapkan kehamilan bagi calon pengantin, juga dinilai perlu dilakukan untuk menangani stunting.
Di sisi lain, Anton berharap melalui bedah buku ini masyarakat menjadi gemar membaca sehingga tingkat literasi meningkat. Dengan begitu, masyarakat dapat mencari informasi dari sumber-sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Bedah buku itu kan bisa jadi bukan hanya dua arah, bisa berbagai macam arah, bahkan bisa dijadikan diskusi bersama.”
Penulis buku Penanggulangan Stunting, Arif Priyosusanto, mengaku menggunakan pendekatan sosiokultural dalam penanganan stunting. Dalam hal ini, ia mendorong semangat gotong royong dan guyub antarwarga untuk mengatasi stunting bersama.
Arif mengajak masyarakat membantu tetangga yang kekurangan dan membutuhkan bantuan, termasuk dalam penanganan stunting. Pasalnya, kata Arif, selama ini sebagian besar kasus stunting juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi.
“Makanya dengan gotong royong saling membantu antartetangga ini, harapan kami angka stunting nanti juga bisa ditekan,” ujarnya.
Selain itu, Arif juga menyinggung soal pola asuh. Keberadaan tetangga, menurutnya, berperan penting untuk saling mengingatkan mengenai pola asuh yang benar dalam menangani masalah stunting.
“Artinya ketika satu sama lain saling mengingatkan bahwa untuk mengasuh anak itu sesuai prosedurnya, sesuai dengan pertumbuhan anaknya. Itu kalau sama tetangga saling menjaga, nanti bisa kita tekan bersama-sama,” ujar dia.
Pengajar dari UIN Sunan Kalijaga, Siti Nur Azizah, menuturkan bahwa stunting bukan merupakan penyakit akut. Meski begitu, stunting dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit lainnya.
“Jadi yang harus dilakukan masyarakat itu sebenarnya pertama mulai dari keluarga dahulu. Mulai dari ayah-ibu itu memperhatikan,” tegasnya.
Seorang ibu, kata dia, harus memperhatikan gizi, pola istirahat, serta asupan sejak mulai mengandung. Selanjutnya, ketika anak telah lahir, ibu perlu menjaga pemberian ASI, pola asuh, serta dukungan gizi yang memadai.
“Dari masyarakat itu sendiri membantu untuk saling mengingatkan bahwasanya pola hidup PHBS [Perilaku Hidup Bersih dan Sehat] selama ini penting untuk menekan stunting.”
Sementara itu, Pustakawan Ahli Pertama di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, Fajar Nugraha, menjelaskan bahwa bedah buku merupakan inisiasi DPRD DIY bersama DPAD DIY untuk meningkatkan literasi masyarakat.
“Bedah buku adalah kegiatan untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Karena sampai dengan saat ini, di Indonesia masih mendapat nilai rendah,” ujarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Masalah stunting yang kerap dipicu oleh faktor ekonomi hingga keterbatasan informasi coba diurai melalui jalur peningkatan literasi.
FIFA setujui Argentina pakai jersey biru lawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Jersey ikonik Maradona 1986 kembali, tuah bersejarah diharapkan terulang.
FIFA dan adidas meluncurkan Trionda Final, bola resmi semifinal hingga final Piala Dunia 2026. Bola berwarna emas-hitam ini dibekali teknologi AI untuk membantu
Mobil bekas Rp70 jutaan masih menawarkan banyak pilihan menarik. Mulai Toyota Agya, Honda Jazz, Avanza hingga Suzuki Swift yang cocok untuk ke
Jadwal 32 besar Japan Open 2026: 8 wakil Indonesia bertanding hari ini. Fajar/Rian, Putri KW, Zaki Ubaidillah, dan lainnya siap tempur. Simak jadwal lengkap.
Didier Deschamps hengkang dari Timnas Prancis usai kalah 0-2 dari Spanyol. Zinedine Zidane siap gantikan, Fabrizio Romano konfirmasi era baru Les Bleus.