Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026

Media Digital
Media Digital Selasa, 14 Juli 2026 11:42 WIB
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026

PT Pegadaian (Persero) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry dalam ajang Indonesia Top Companies Recognition 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Data bersama Bloomberg Technoz di The Westin Jakarta, Senin (29/6)./ Ist

JAKARTA– PT Pegadaian (Persero) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry dalam ajang Indonesia Top Companies Recognition 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Data bersama Bloomberg Technoz di The Westin Jakarta, Senin (29/6).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur TI & Digital PT Pegadaian (Persero), Yos Iman Jaya Dappu. Apresiasi ini menjadi bukti atas konsistensi dan kepemimpinan Pegadaian sebagai pelopor ekosistem Bank Emas pertama di Indonesia dalam mendorong transformasi layanan keuangan berbasis emas.
"Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada Pegadaian. Penghargaan ini merupakan buah dari komitmen kami dalam menghadirkan inovasi produk dan memperluas inklusi keuangan berbasis emas. Kami berharap apresiasi ini semakin memotivasi Pegadaian untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bersama Danantara, Insan Pegadaian senantiasa hadir melayani sepenuh hati untuk MengEMASkan Indonesia," ujar Yos Dappu.
Langkah Pegadaian dalam mengembangkan bisnis bullion menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Setelah memperoleh izin usaha bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Desember 2024, Pegadaian secara resmi meluncurkan layanan Bank Emas pada 26 Februari 2025. Peresmian layanan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Sebagai pionir di industri bullion nasional, Pegadaian memiliki kewenangan untuk menjalankan berbagai kegiatan usaha bullion yang dirancang untuk mengubah aset emas menjadi instrumen keuangan yang produktif dan likuid. Layanan tersebut meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, serta Perdagangan Emas.

Keunggulan Pegadaian dalam memimpin industri bullion didukung oleh ekosistem yang telah dibangun selama lebih dari 125 tahun, mulai dari keahlian dalam penaksiran emas, layanan gadai emas, hingga tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. Dari sisi infrastruktur, Pegadaian memiliki fasilitas penyimpanan emas (vault) berstandar internasional yang didukung kondisi keuangan perusahaan yang sehat.

Ekosistem tersebut juga diperkuat melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai produk dan layanan Pegadaian secara mudah, aman, dan praktis kapan saja serta di mana saja.

Hingga Mei 2026, total aset dalam ekosistem emas Pegadaian, termasuk lini bisnis gadai, telah mencapai 153,72 ton. Melalui sinergi yang semakin erat bersama ekosistem Danantara serta penguatan layanan bullion, Pegadaian optimistis dapat terus meningkatkan literasi masyarakat agar emas tidak lagi dipandang sekadar sebagai aset yang disimpan, melainkan sebagai instrumen keuangan produktif yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

Sejalan dengan komitmen mendukung Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, Pegadaian terus memperkuat perannya dalam memperluas inklusi keuangan, mengoptimalkan pemanfaatan aset emas nasional, serta menghadirkan inovasi layanan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online