BEDAH BUKU: Penanganan Stunting Didorong lewat Buku

Media Digital
Media Digital Rabu, 15 Juli 2026 06:32 WIB
BEDAH BUKU: Penanganan Stunting Didorong lewat Buku

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai (berdiri) memaparkan materinya kegiatan bedah buku berjudul Penanggulangan Stunting di Tambakbayan, Caturtunggal, Sleman, Selasa (14/7)./ Harian Jogja - Catur Dwi Janati

SLEMAN- Permasalahan stunting dan pentingnya literasi keluarga menjadi sorotan utama dalam agenda bedah buku yang diinisiasi DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Melalui kegiatan yang menyasar 200 titik ini, masyarakat didorong untuk lebih melek informasi dan meningkatkan budaya membaca.

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menjelaskan bahwa kegiatan bedah buku berjudul Penanggulangan Stunting bertujuan mendorong masyarakat agar gemar membaca. Menurutnya, peningkatan literasi masyarakat harus diawali dengan membangun kebiasaan membaca.

“Inti dari pelaksanaan kegiatan ini, yang utama itu adalah kita bedah buku, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk gemar membaca. Literasinya itu baik literasi fisik atau literasi digital,” kata Anton saat menjadi pemateri dalam bedah buku yang digelar di Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, Selasa (14/7).

Dalam pelaksanaannya, buku yang dibedah mengusung berbagai topik, salah satunya mengenai stunting. Anton mengatakan stunting menjadi salah satu isu yang terus menjadi perhatian masyarakat.

Dalam paparannya, Anton menyinggung bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan gizi. Menurutnya, stunting juga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pelayanan dasar, perilaku sosial keluarga, aspek sosial budaya, hingga faktor risiko lingkungan berbasis kewilayahan.

“Jadi permasalahan stunting ini kan dikaitkan tidak hanya dari gizi anaknya, tetapi juga beberapa faktor. Mulai dari sosiokultural, ada juga ekonomi, ada fasilitas keberadaan air bersih dan lain sebagainya, sarana dan prasarana,” kata dia.

Anton meyakini bahwa penanganan stunting yang menjadi Program Strategis Nasional (PSN) harus dilakukan melalui sinergi lintas sektor dan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi teknis. Persoalan gizi, kata dia, juga dapat didukung melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang didanai dari Dana Keistimewaan (Danais). Dia berharap program tersebut dapat diterapkan di seluruh kalurahan di DIY.

Sementara itu, penulis buku, Arif Priyosusanto, menambahkan bahwa secara sosial penanganan stunting membutuhkan kepedulian lingkungan sekitar.

“Terpenting sebenarnya, sesama tetangga itu saling mengingatkan, saling memperhatikan,” kata dia.

Menurut Arif, ketika ada anak yang mengalami stunting, masyarakat perlu bergotong royong membantu, bukan justru membiarkannya. Dukungan dari lingkungan dinilai penting agar anak segera memperoleh penanganan kesehatan.

“Stunting itu bukan aib. Makanya butuh support, Puskesmas, tetangga kiri-kanan, posyandu, itu tolong didukung bareng-bareng,” kata dia.

Bisa Dikejar

Pengajar UIN Sunan Kalijaga, Siti Nur Azizah, menuturkan bahwa stunting merupakan kondisi pertumbuhan anak yang kurang optimal akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

“Terkadang anak lahap makan tetapi makanan yang dikonsumsi bisa jadi kurang mengandung gizi yang cukup. Kalau kurang optimal, berarti kan masih bisa dikejar,” ujar dia.

Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, menjelaskan bahwa bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY bersama DPRD DIY digelar di 200 titik sepanjang tahun ini. Hingga Juli 2026, seluruh rangkaian kegiatan di Gunungkidul telah selesai dilaksanakan. Sementara itu, di Kulonprogo, Sleman, Bantul, dan Kota Jogja masih terdapat sejumlah lokasi yang akan menjadi sasaran kegiatan.

“Tujuan bedah buku ini jelas. Kami pengin meningkatkan lagi minat dan daya baca masyarakat. Tetapi memang bedah buku ini semacam pendorong, stimulan. Karena kegiatan ini enggak bisa terus langsung saat itu menyelesaikan masalah.” (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online