Dengan Membaca Buku, Pelaku UMKM di Jogja Didorong Naik Kelas
Pelaku usaha mikro dan kecil di DIY didorong tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga meningkatkan literasi agar mampu naik kelas dan bersaing.
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman (berdiri) menyampaikan materi dalam agenda bedah buku berjudul Pedoman Praktis Usaha Mikro dan Kecil di Era Milenial yang digelar DPAD DIY dan DPRD DIY di Balai RW 08, Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Senin (6/7)- Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA - Pelaku usaha mikro dan kecil di DIY didorong tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga meningkatkan literasi agar mampu naik kelas dan bersaing. Pesan itu mengemuka dalam bedah buku berjudul Pedoman Praktis Usaha Mikro dan Kecil di Era Milenial yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Balai RW 08, Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Senin (6/7).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga, termasuk pelaku UMKM dari berbagai bidang, mulai dari pedagang angkringan hingga pelaku usaha yang memasarkan produknya melalui e-commerce.
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, yang menjadi salah satu narasumber, mengatakan perekonomian DIY selama ini lebih banyak ditopang oleh pelaku UMKM karena jumlah industri besar di daerah ini relatif terbatas. Kondisi tersebut membuat penguatan kapasitas UMKM menjadi hal yang penting.
"Jogja merupakan daerah yang ditopang oleh UMKM. Hampir 80 persen UMKM di wilayah ini juga mendukung sektor pariwisata, sehingga buku ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan literasi masyarakat tentang UMKM di Jogja," ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaku usaha mikro umumnya masih berfokus mempertahankan keberlangsungan usaha. Sementara itu, usaha kecil mulai bertumbuh dengan peningkatan omzet, sedangkan usaha menengah telah mengarah pada pengelolaan yang lebih profesional serta memperhatikan daya saing dan kualitas produk.
Selain membahas UMKM, Budi menilai budaya membaca perlu terus diperkuat di tengah derasnya arus informasi digital. Kemudahan memperoleh informasi melalui internet dan kecerdasan buatan tidak boleh menggeser kebiasaan membaca buku.
"Hari ini tantangannya bukan lagi mencari informasi, tetapi bagaimana memfilter informasi. Buku mengajarkan kita berpikir sistematis dan informasinya bisa dipertanggungjawabkan karena memiliki dasar serta daftar pustaka yang jelas," katanya.
Pustakawan Madya DPAD DIY, Hadi Pranoto, mengatakan bedah buku rutin diselenggarakan untuk meningkatkan minat masyarakat membaca buku fisik. Meski buku digital semakin mudah diakses, buku cetak tetap memiliki keunggulan karena minim gangguan saat dibaca.
"Pemilihan buku kami diskusikan bersama DPRD DIY. Isinya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, salah satunya mengenai UMKM karena banyak peserta yang memang merupakan pelaku usaha," ujarnya.
Sementara itu, penerbit buku, Tri Darmini, menjelaskan buku tersebut tidak hanya ditujukan bagi pelaku usaha yang telah menjalankan bisnis, tetapi juga masyarakat yang ingin memulai usaha. Menurutnya, materi dalam buku diawali dengan konsep dasar manajemen sebagai bekal agar pelaku usaha mampu menyusun bisnis secara terarah sejak awal.
Menurut Tri, perencanaan menjadi tahap penting sebelum memulai usaha, mulai dari menentukan jenis usaha, kebutuhan peralatan, sumber daya manusia, hingga berbagai kendala yang mungkin dihadapi saat bisnis mulai berjalan.
"Usaha harus diawali dengan perencanaan yang matang, mulai dari menentukan jenis usaha, kebutuhan peralatan, sumber daya manusia, sampai pengawasan. Jangan hanya bermimpi punya usaha, tetapi harus dijalankan," katanya.
Tri juga mengingatkan pelaku UMKM agar memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sehingga modal tidak habis untuk kebutuhan di luar bisnis. Selain itu, pelaku usaha perlu menetapkan tujuan yang jelas, mengenali peluang dan ancaman pasar, serta mengelola sumber daya secara efisien agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, perencanaan bisnis juga memudahkan pelaku usaha ketika membutuhkan tambahan pembiayaan. Dengan arah usaha yang jelas, pelaku UMKM dapat lebih mudah menghitung kebutuhan modal, memperkirakan kemampuan mengangsur pinjaman, serta menyusun strategi agar bisnis tetap tumbuh sesuai target. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelaku usaha mikro dan kecil di DIY didorong tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga meningkatkan literasi agar mampu naik kelas dan bersaing.
Rangkuman 10 berita terpopuler Jogja hari ini, 7 Juli 2026, dari tol Jogja-Solo, wisata, hingga isu olahraga dunia.
Jadwal SIM keliling Jogja Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026 lengkap. Rute Malioboro ke pantai selatan seperti Parangtritis dan Drini, tarif mulai Rp12.000.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Jadwal DAMRI YIA Jogja 2026 lengkap dengan rute dan tarif. Cek titik keberangkatan dan jam bus ke Bandara YIA.