Warga Diminta Ikut Berperan dalam Penanggulangan Stunting
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting.
Pelaksanaan bedah buku berjudul Penanggulangan Stunting di Balai Kalurahan Gentungan, Karangmojo di Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (4/6)./Harian Jogja - David Kurniawan
GUNUNGKIDUL-Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting. Hal ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang unggul menyambut Indonesia Emas 2045.
“Harus mulai dipersiapkan dari sekarang. Anak-anak sekarang merupakan calon pemimpin saat memasuki Indonesia Emas di 2045,” kata Purwanto saat menjadi pembicara bedah buku berjudul Pencegahan Stunting di Balai Padukuhan Gentungan, Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (4/6).
Menurut dia, menyiapkan generasi unggul memerlukan proses panjang. Hal ini berbeda dengan program perbaikan infrastruktur, seperti perbaikan jalan. Penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul harus mulai dirintis dari sekarang.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah melaksanakannya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Meski belum bisa terpenuhi semua [kebutuhan dalam sehari], sudah ada upaya dengan memberikan makan bergizi. Tujuannya untuk mencerdaskan anak-anak sehingga menjadi generasi yang unggul,” katanya.
Politisi Gerindra ini menambahkan, penyiapan generasi muda yang unggul juga bisa dilakukan melalui pencegahan stunting. Salah satunya dengan memberikan pemenuhan gizi yang baik kepada anak-anak, ibu hamil, dan lainnya.
Menurut dia, stunting bisa berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak-anak di masa mendatang.
“Makanya harus ditanggulangi. Salah satunya di Kalurahan Karangmojo karena angka stunting-nya masih tinggi,” katanya.
Lurah Karangmojo, Agus Budiyono, mengaku sangat berterima kasih atas program bedah buku yang digelar di Padukuhan Gentungan. Menurut dia, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menggalakkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting.
“Ini bisa memotivasi warga untuk ikut berperan dalam pencegahan stunting,” katanya.
Menurut dia, angka stunting di kalurahannya tergolong tinggi karena mencapai 21%. Oleh karena itu, Karangmojo menjadi salah satu lokus penanganan stunting yang digalakkan oleh Pemkab Gunungkidul.
Agus berharap melalui bedah buku ini, masyarakat bisa mengetahui seluk-beluk stunting dan cara penanggulangannya.
“Buku yang dibedah sudah menjelaskan secara rinci sehingga bisa dipelajari untuk membuat aksi bersama dalam penanggulangan. Dengan aksi ini, saya yakin dalam kurun waktu dua tahun masalah stunting di Karangmojo bisa diselesaikan,” katanya.
Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan bedah buku terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY untuk meningkatkan minat baca di masyarakat.
“Tidak hanya minat baca, tapi juga daya baca. Peningkatan daya baca ini juga penting karena berkaitan dengan kecerdasan kognitif dalam merespons sesuatu,” katanya.
Hadi berpendapat tingkat kecerdasan juga memegang peranan penting dalam upaya memilah dan menyaring berita bohong atau hoaks yang beredar di masyarakat.
“Harapannya bedah buku bisa meningkatkan kecerdasan untuk menyaring banyaknya informasi yang tidak benar beredar di tengah-tengah masyarakat. Apalagi sekarang sudah banjir informasi lewat gawai sehingga harus benar-benar disaring agar tidak jadi korban berita bohong,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada 5 Juni 2026 didominasi udara kabur dan berawan. Simak prakiraan lengkap untuk Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkid
Budi daya ternak ayam kampung super atau jowo super (joper) diyakini bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan.
DPRD DIY menyoroti kekurangan Guru Pendamping Khusus yang dinilai menghambat pemerataan pendidikan inklusif bagi siswa disabilitas di DIY.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting.