Bedah Buku Bekali UMKM Kuasai Strategi Branding
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku Rahasia Sukses Branding UMKM di Balai Kalurahan Sukoharjo, Ngaglik
Bedah buku Rahasia Sukses Branding UMKM: 16 Rahasia Branding yang Bisa Langsung Dipraktikkan oleh UMKM yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Balai Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (15/7)./Harian Jogja/Catur Dwi Janati
SLEMAN - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku Rahasia Sukses Branding UMKM di Balai Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (15/7), sebagai upaya meningkatkan literasi sekaligus memperkuat kemampuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam membangun merek (branding).
Kegiatan tersebut mengangkat buku Rahasia Sukses Branding UMKM: 16 Rahasia Branding yang Bisa Langsung Dipraktikkan oleh UMKM sebagai bahan diskusi. Melalui bedah buku ini, peserta diajak memahami strategi membangun merek, memanfaatkan teknologi, hingga meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Anggota DPRD DIY Tri Nugroho mengatakan tema branding dipilih karena masih banyak pelaku UMKM yang menjalankan strategi pemasaran secara monoton. Menurutnya, literasi menjadi bekal penting agar pelaku usaha mampu mengembangkan cara berwirausaha dan promosi yang lebih efektif.
"Sangat besar [peran literasi]. Sebabnya apa? UMKM tuh rata-rata masih monoton pekerjaannya, masih itu-itu aja. Sekarang paling enggak bisa ada ilmunya, caranya berusaha, caranya berwirausaha, caranya bisa untuk promosi kayak apa," kata Tri.
Editor buku dari Penerbit Cantrik Pustaka Mawaidi mengatakan buku Rahasia Sukses Branding UMKM: 16 Rahasia Branding yang Bisa Langsung Dipraktikkan oleh UMKM dapat menjadi modul praktis bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.
"Itu sangat penting, tentunya mengingat hari ini kita melihat banyak pelaku UMKM di pinggir jalan, rumahan, yang kita pikir perlu diberikan modul. Buku ini bisa dianggap sebagai modul atau teman agar para pelaku UMKM ini mengerti arah maju dari UMKM-nya itu bisa berjalan sampai di titik mana," ujarnya.
Ia menjelaskan buku tersebut tidak hanya mendorong pelaku usaha bertahan sebagai usaha rumahan, tetapi juga mengarahkan mereka untuk memiliki legalitas resmi hingga berpeluang melantai di bursa saham.
Menurut Mawaidi, informasi mengenai branding memang dapat diperoleh melalui internet. Namun, informasi yang tersedia umumnya bersifat parsial, sedangkan buku tersebut menyajikan panduan secara runtut.
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY Muhammad Hadi Pranoto menjelaskan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DPAD DIY dan DPRD DIY untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
"Tetap, goal utamanya sesuai tupoksi, kami kesadaran akan minat baca itu jadi kunci untuk menyelamatkan anak bangsa ke depan," ujarnya.
Hadi mengatakan buku yang dipilih selalu disesuaikan dengan potensi wilayah sasaran. Di Sukoharjo, Ngaglik, tema branding dipilih karena dinilai relevan dengan pengembangan UMKM setempat.
"Penting, kalau dulu kita itu masih UMKM itu resep dan seterusnya menurut apa yang disampaikan oleh si Mbah atau nenek moyang turun-temurun. Sekarang dengan persaingan yang ketat, harus ada standarisasi produk dan seterusnya, sehingga literasi itu penting," kata Hadi.
Menurutnya, informasi memang dapat dicari melalui internet, tetapi tidak semuanya telah tervalidasi. Karena itu, literasi melalui buku tetap diperlukan agar pelaku UMKM memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diterapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku Rahasia Sukses Branding UMKM di Balai Kalurahan Sukoharjo, Ngaglik
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim.
Pemerintah menyiapkan skema penyaluran bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih. Uji coba penyaluran PKH dan BPNT ditargetkan dimulai pada Agustus 2026.
Menteri Desa Yandri Susanto menyebut 20 persen keuntungan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi Pendapatan Asli Desa untuk memperkuat ekonomi desa.
Lionel Messi menegaskan Argentina lolos ke final Piala Dunia 2026 berkat kerja keras dan kualitas permainan, bukan karena perlakuan istimewa.
Kementerian Pariwisata mencatat event pariwisata sepanjang semester I-2026 menghasilkan perputaran ekonomi Rp858,12 miliar dan melibatkan ribuan UMKM.