Beternak Ayam Joper Bisa Jadi Solusi untuk Peningkatan Kesejahteraan

Media Digital
Media Digital Rabu, 08 Juli 2026 08:32 WIB
Beternak Ayam Joper Bisa Jadi Solusi untuk Peningkatan Kesejahteraan

Suasana bedah buku berjudul Mudah dan Sukses Usaha Beternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Mancanmati, Girimulyo, Panggang, Selasa (7/7). Harian Jogja/David Kurniawan

GUNUNGKIDUL - Beternak ayam kampung super atau Jawa Super (joper) memiliki prospek bisnis yang bagus. Karena itu, warga di Padukuhan Mancanmati, Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, diajak untuk membudidayakan ayam jenis ini sebagai upaya peningkatan kesejahteraan.

Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan kegiatan bedah buku yang diselenggarakan di Balai Padukuhan Mancanmati tidak hanya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Menurutnya, bedah buku juga menjadi bagian dari upaya memberikan motivasi kepada masyarakat agar bisa berusaha sesuai dengan buku yang dibedah.

“Tema yang dibahas kali ini tentang ternak ayam kampung super atau joper,” kata Imam, Selasa (7/7).

Menurut dia, budi daya ayam di masyarakat memiliki potensi yang besar. Pasalnya, sebagian warga sudah mengenal dan banyak yang beternak, meski masih dalam skala kecil.

“Kalau digarap secara serius, budi daya ayam joper memiliki prospek yang bagus sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan potensi tersebut muncul karena tingginya permintaan ayam joper untuk kebutuhan kuliner. Peluang itu bisa menjadi celah bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.

“Harus serius menggelutinya. Saya punya teman dan sudah berhasil dengan budi daya ayam ini,” katanya.

Meski demikian, Imam mengingatkan bahwa budi daya tidak harus dimulai dalam skala besar. Pada tahap awal, usaha dapat dilakukan dalam skala kecil. Setelah berhasil, usaha tersebut dapat terus dikembangkan.

Menurut dia, ada beberapa kunci sukses untuk beternak ayam yang bisa dipanen dalam waktu dua bulan ini. Pertama, berkaitan dengan pemilihan bibit unggul yang didukung proses pembuatan kandang yang representatif. Kedua, menyangkut ketersediaan pakan yang harus mencukupi selama masa pemeliharaan.

Di sisi lain, agar usaha berhasil, peternak juga tidak boleh mengesampingkan pentingnya proses pemasaran hasil ternak.

“Ada peluang karena Pemerintah DIY juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membentuk kelompok ternak. Pada saat kelompok ini jadi, maka bisa mengakses bantuan untuk pengembangan budi daya,” katanya.

Narasumber bedah buku lainnya, Prof. Dyah Maharani, mengatakan buku Mudah dan Sukses Usaha Beternak Ayam Kampung Super memiliki banyak manfaat karena dapat memberikan inspirasi bagi peserta dalam upaya mengembangkan usaha. Dari sisi penyajian, tulisannya juga mudah dipahami sehingga dapat dipelajari dan langsung diimplementasikan.

“Prospek ayam joper ini sangat bagus karena permintaan dari dunia kuliner sangat tinggi di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” katanya.

Dia menjelaskan, melalui buku ini para peserta diajari berbagai tips dan trik agar sukses beternak ayam joper. Pembahasan dimulai dari pemilihan bibit unggul, persilangan, hingga teknis penetasan. Selain itu, dibahas pula metode pemeliharaan serta pemilihan pakan yang tepat agar usaha yang dijalankan dapat berhasil.

“Ada juga tentang proses panen hingga pemasaran agar ayam yang dipelihara bisa diterima di pasaran,” katanya.

Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan bedah buku terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Tidak hanya minat baca, tapi juga daya baca. Peningkatan daya baca ini juga penting karena berkaitan dengan kecerdasan kognitif dalam merespons sesuatu,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online