Lewat Bedah Buku, UMKM di Semin Bisa Naik Kelas
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik (berdiri) saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Pemasaran UMKM Melalui Media Sosial di Balai Padukuhan Banyu, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Gunungkidul, Selasa (9/6)./ David Kurniawan
GUNUNGKIDUL - Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mendorong pelaku UMKM untuk bisa naik kelas. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Pemasaran UMKM Melalui Media Sosial di Balai Padukuhan Banyu, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Selasa (9/6).
Imam Taufik menjelaskan, usaha yang digeluti UMKM terbagi menjadi beberapa kategori yang mengacu pada omzet yang dimiliki. Untuk usaha dengan pendapatan maksimal Rp2 miliar masuk kategori mikro. Sementara itu, usaha dengan omzet di atas Rp2 miliar hingga Rp15 miliar dikategorikan sebagai usaha kecil. Adapun usaha skala menengah memiliki patokan pendapatan di atas Rp15 miliar hingga Rp50 miliar.
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,” katanya, Selasa.
Menurut Gus Im, sapaan akrabnya, salah satu upaya meningkatkan motivasi pelaku UMKM agar naik kelas adalah dengan menggelar bedah buku Pemasaran UMKM Melalui Media Sosial. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh inspirasi guna meningkatkan pendapatan.
“Otomatis kalau pendapatan meningkat, maka bisa naik kelas. Upaya dalam meraih kesejahteraan juga bisa diwujudkan,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Gus Im menambahkan, dalam buku yang dibagikan terdapat berbagai tips untuk pengembangan usaha agar pendapatan terus meningkat. Di dalam buku juga diajarkan mengenai pemasaran berbasis media sosial sehingga produk yang dihasilkan dapat dipasarkan hingga ke berbagai penjuru dunia.
“Bedah buku ini tidak hanya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang pemasaran berbasis online, tetapi juga ada harapan bisa meningkatkan minat baca di masyarakat,” katanya.
Narasumber bedah buku lainnya, Sutardi, mengatakan di era digital saat ini masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu memanfaatkannya sebagai peluang untuk mengembangkan usaha.
“Mindset harus diubah. Media sosial tidak hanya untuk hiburan, tetapi harus bisa dimanfaatkan untuk promosi produk yang dimiliki,” katanya.
Menurut dia, pemasaran secara online membuka peluang pasar yang sangat luas karena dapat menjangkau konsumen dari berbagai daerah.
“Kita bisa memasarkan produk melalui Facebook, Instagram, maupun TikTok sehingga pendapatan bisa ditingkatkan,” katanya.
Meski demikian, untuk menjadikan media sosial sebagai sarana berjualan dibutuhkan proses belajar. Sutardi mengatakan, dalam buku yang dibagikan telah dijelaskan berbagai cara untuk meningkatkan pendapatan melalui penjualan di media sosial.
“Bisa dipelajari lebih saksama dan dipraktikkan untuk meningkatkan pendapatan melalui jual beli secara online,” katanya.
Salah seorang peserta bedah buku, Heriyadi, mengaku senang dengan kegiatan ini karena memberikan tambahan pengetahuan terkait dunia pemasaran secara online.
“Bisa menjadi motivasi berjualan secara online sehingga pangsa pasar tidak hanya di lingkungan rumah, tetapi bisa menyasar ke seluruh dunia,” katanya.
Menurut dia, buku yang diberikan juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang lebih mendalam untuk memanfaatkan media sosial sebagai tempat berjualan.
“Buku ini akan saya pelajari di rumah dan berusaha mempraktikkannya untuk meningkatkan penjualan,” katanya.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan agenda bedah buku hasil kerja sama dengan DPRD DIY ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
“Tidak hanya minat baca, tetapi juga daya baca. Peningkatan daya baca ini penting karena berkaitan dengan kecerdasan kognitif dalam merespons sesuatu,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”
Memberikan layanan sepenuh hati senantiasa menjadi komitmen utama Astra Motor Yogyakarta beserta seluruh jaringannya
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertamax Green ikut naik, sementara Pertalite dan Biosolar tetap.
Jadwal KRL Solo–Jogja Rabu 10 Juni 2026 lengkap, 12 perjalanan dari pagi hingga malam, tarif Rp8.000, bebas macet.
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”