Bedah Buku Ajak Orang Tua Belajar dari Anak

Media Digital
Media Digital Jum'at, 17 Juli 2026 06:52 WIB
Bedah Buku Ajak Orang Tua  Belajar dari Anak

Bedah buku Alhamdulillah Terima Kasih, Anakku! yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Gedung Serba Guna Aisyah Harnas, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja, Kamis (16/7)./ Harian Jogja/Ariq Fajar Hidayat

JOGJA - Anak tidak hanya belajar dari orang tua, tetapi juga menjadi "guru" yang mengajarkan ayah dan ibu untuk terus memperbaiki diri. Kehadiran anak dinilai mendorong orang tua belajar menjadi pribadi sekaligus pasangan yang lebih baik.

Pandangan tersebut disampaikan penulis Cahyadi Takariawan saat membedah buku Alhamdulillah Terima Kasih, Anakku! yang ditulis bersama istrinya, Ida Nur Laila. Bedah buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY berlangsung di Gedung Serba Guna Aisyah Harnas, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja, Kamis (16/7), dengan menghadirkan anggota DPRD DIY Muhammad Syafi'i dan praktisi pendidikan Dwi Budi Utomo sebagai narasumber.

Menurut Cahyadi, interaksi sehari-hari bersama anak menyimpan banyak pelajaran yang kerap tidak disadari orang tua. Anak menjadi cermin yang membuat ayah dan ibu terus mengevaluasi sikap maupun perilaku mereka.

"Kadang-kadang kita berpikir orang tua itu guru bagi anak. Padahal sebetulnya anak juga guru bagi orang tuanya. Dari mereka kita belajar menjadi pribadi dan pasangan yang lebih baik dari waktu ke waktu," ujarnya.

Ia mengatakan anak pada dasarnya menginginkan suasana keluarga yang harmonis. Karena itu, orang tua perlu menjaga hubungan yang baik agar anak tidak tumbuh dengan menyaksikan pertengkaran maupun perilaku negatif di dalam rumah.

"Mereka ingin bapak ibunya rukun, saling menyayangi. Anak-anak juga tidak siap melihat orang tuanya bertengkar atau berperilaku yang tidak baik. Itu yang akhirnya memaksa kita menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.

Dalam buku tersebut, Cahyadi membagi pembahasan ke dalam sejumlah tema, mulai dari anak sebagai guru adab bagi orang tua, pelajaran dari ucapan dan tindakan anak, hingga pengalaman ketika harus berpisah dengan anak.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi'i, menilai budaya membaca perlu terus ditumbuhkan dari lingkungan keluarga. Menurutnya, rumah harus menjadi ruang yang mendorong anak mencintai buku karena membaca merupakan pintu masuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Ia menambahkan peningkatan minat baca juga berkaitan dengan upaya mengatasi kemiskinan di DIY. Pendidikan yang baik, menurutnya, membuka peluang masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih layak.

"Kita harus mewariskan kegemaran membaca kepada anak-anak. Dari membaca menjadi gerbang ilmu pengetahuan, dan melalui pendidikan itulah kita berharap kemiskinan bisa diputus sehingga anak-anak memiliki kesempatan berkarya dan memperoleh kehidupan yang lebih baik," kata Syafi'i.

Praktisi pendidikan, Dwi Budi Utomo, mengingatkan anak merupakan investasi masa depan sekaligus generasi penerus yang akan menentukan arah bangsa. Menurutnya, keluarga memegang peran penting dalam membangun karakter sekaligus melindungi anak dari berbagai persoalan sosial.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, mengatakan bedah buku tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Ia mengungkapkan budaya membaca di Indonesia masih tergolong rendah, meski kondisi di DIY relatif lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online