PENDIDIKAN TINGGI: UT Buka Akses Pendidikan untuk Semua Kalangan
Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta melepas 1.635 lulusan Periode II/2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Minggu (18/10).
Peserta berfoto bersama narasumber talkshow Job Fair Jogja 2026 di LPP Agro Nusantara, Kamis (16/7)./ Harian Jogja/Ariq Fajar Hidayat
JOGJA - Perencanaan karier tidak lagi bisa dimulai setelah seseorang lulus sekolah atau kuliah. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pelajar dan mahasiswa didorong mulai mengenali potensi, minat, hingga perusahaan yang ingin dituju sejak masih menempuh pendidikan.
Pesan tersebut mengemuka dalam talkshow Job Fair Jogja 2026 di LPP Agro Nusantara, Kamis (16/7). Kepala Divisi Pengembangan Karier Universitas Islam Indonesia (UII), Lifthya Ahadiati Akmala, mengatakan banyak lulusan baru memikirkan karier setelah wisuda, padahal langkah itu sudah terlambat.
Menurutnya, perencanaan karier idealnya dimulai sejak awal pendidikan. Karena itu, pelajar maupun mahasiswa yang sudah mengikuti kegiatan terkait dengan dunia kerja dinilai memiliki keuntungan karena lebih cepat mengenali arah profesinya.
"Kalau baru menentukan karier setelah lulus, itu sudah terlambat. Mestinya karier dipersiapkan dari awal," kata Lifthya, Kamis.
Ia menjelaskan, perkembangan dunia kerja juga mengubah cara generasi muda memilih pekerjaan. Jika sebelumnya faktor gaji menjadi pertimbangan utama, kini Generasi Z turut memperhatikan kesesuaian pekerjaan dengan identitas diri, peluang berkembang, fleksibilitas kerja hingga budaya perusahaan.
"Anak-anak muda sekarang tidak hanya bertanya gajinya berapa. Mereka juga ingin tahu apakah tempat kerja itu sesuai dengan dirinya dan bisa membuat mereka berkembang," kata dia.
Perubahan tersebut membuat fungsi pusat pengembangan karier atau career center ikut berkembang. Menurut Lifthya, layanan tersebut kini tidak sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menyediakan konseling karier agar calon pekerja mampu memahami potensi dan menentukan pilihan yang tepat.
Dosen Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Luqman Tifa Perwira, mengatakan persiapan teknis juga menentukan keberhasilan seseorang saat mengikuti proses rekrutmen. Berdasarkan pengalamannya sebagai praktisi human resources (HR), banyak pelamar gagal bukan karena kemampuan, tetapi karena kurang siap menghadapi wawancara.
Luqman menambahkan, pelamar kerja juga perlu aktif mencari informasi mengenai perusahaan yang dilamar, memahami posisi yang dituju, serta melatih kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan pengalaman secara percaya diri saat wawancara.
Menurutnya, kesiapan tersebut akan membantu pelamar menunjukkan kompetensi yang dimiliki sekaligus meningkatkan peluang diterima bekerja. Melalui kegiatan Job Fair Jogja 2026, diharapkan pelajar, mahasiswa, dan pencari kerja memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perencanaan karier serta semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta melepas 1.635 lulusan Periode II/2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Minggu (18/10).
Jepang dan NASA menyiapkan misi MMX untuk mengambil sampel Phobos, satelit Mars, dan membawanya ke Bumi pada 2031.
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., meraih penghargaan nasional Indonesian Leadership Matrix Award 2026 di Plataran Hotel, Bali, Jumat
Revitalisasi Sumber Sindon di Gunungkidul dilakukan untuk membuka akses air bersih bagi 1.500 pelanggan baru PDAM Tirta Handayani.
Pemkab Gunungkidul memproses SK pelantikan 31 lurah terpilih hasil pilur serentak. Pelantikan dijadwalkan pada 27 November 2026.
Sekjen PBB dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk membahas kerja sama multilateral, meninjau kesiapan pasukan perdamaian, dan berpidato di Kemlu.