Tak Sekadar Lari, Susurun 2026 Jadi Ajang Promosi Wisata dan Kuliner Boyolali
Susurun 2026 di Boyolali diikuti 2.500 pelari. Selain mendorong gaya hidup sehat, event ini menjadi ajang promosi wisata, kuliner, dan produk.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan melakukan jamasan pusaka Tombak Kiai Kanjeng Wijaya Mukti di Balai Kota Jogja, Kamis (17/7). Jamasan pusaka tersebut menjadi bagian dari rangkaian tradisi yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota Jogja./ Ist/Pemkot Jogja
JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali menggelar tradisi jamasan atau pencucian pusaka Tombak Kiai Kanjeng Wijaya Mukti di Balai Kota Jogja, Kamis (17/7). Ritual tahunan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan pusaka sekaligus menjaga tradisi budaya warisan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Prosesi jamasan dilaksanakan setelah rangkaian jamasan pusaka di Kraton Jogja. Selain menjadi agenda budaya tahunan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk perawatan agar pusaka tetap terjaga kondisinya.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan tradisi jamasan rutin dilakukan setiap tahun sebagai wujud nguri-uri budaya.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah menyelesaikan acara budaya berupa jamasan pusaka Keraton yang ada di Balai Kota Jogja, yaitu Tombak Kiai Kanjeng Wijaya Mukti. Tadi sudah selesai dijamaskan atau dicuci. Ini merupakan tradisi tahunan yang memang setiap tahun kita lakukan setelah acara jamasan di Keraton. Jadi, kita nguri-uri kebudayaan," katanya.
Wawan mengaku tahun ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti prosesi jamasan. "Ini pertama kali saya mengikuti jamasan. Tidak ada latihan, langsung mengikuti prosesi," ujarnya.
Saat membersihkan pusaka tersebut, ia mengaku terkesan dengan pamor pada bilah tombak yang tampak semakin jelas setelah dibersihkan. Menurutnya, hal itu menunjukkan tingginya kemampuan para empu pembuat pusaka pada masa lampau.
Ia menambahkan nama Wijaya Mukti mengandung harapan agar Kota Jogja senantiasa berjaya, berkembang, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
"Yang penting masyarakat aman dan nyaman. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memberikan pusaka kepada setiap kota maupun kabupaten dengan filosofi yang berbeda-beda sesuai karakter masing-masing daerah," ujarnya.
Bekel Sepuh Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Marto Hadi Hidayat menjelaskan Tombak Kiai Kanjeng Wijaya Mukti merupakan pusaka pemberian Kraton Jogja kepada Pemkot Jogja pada 2000. Tombak tersebut dibuat pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Menurutnya, tombak berbentuk lurus dengan pamor wengkon isen menjadi simbol pengingat bagi kepala daerah, aparatur pemerintah, serta masyarakat agar bekerja keras demi mencapai kejayaan yang nyata.
"Tombak Wijaya Mukti menjadi pengingat bagi wali kota, pegawai pemerintah, dan masyarakat bahwa untuk mencapai kejayaan yang nyata harus bekerja keras," katanya.
Marto menjelaskan tombak memiliki panjang sekitar 2,5 meter dan diperkirakan dibuat sebagai penanda masa awal pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. "Siraman dilakukan supaya tombak tetap awet dan tidak berkarat. Arsenik yang digunakan berfungsi sebagai pelapis atau coating sehingga terbentuk patina yang melindungi bilah tombak. Dengan begitu, Tombak Wijaya Mukti bisa tetap lestari hingga ratusan tahun ke depan," katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Susurun 2026 di Boyolali diikuti 2.500 pelari. Selain mendorong gaya hidup sehat, event ini menjadi ajang promosi wisata, kuliner, dan produk.
Bantuan jagung SPHP di Temanggung diusulkan menjangkau 399 peternak untuk menekan biaya pakan dan menjaga usaha ayam petelur.
Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta melepas 1.635 lulusan Periode II/2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Minggu (18/10).
Sebanyak 37 manajer KDMP ditempatkan di Kulonprogo sejak 1 Oktober 2026. Sejumlah gerai belum beroperasi dan koordinasi tugas menjadi sorotan.
BPBD Hulu Sungai Selatan mengapresiasi PT Subur Agro Makmur, anak usaha AALI, yang membantu menangani karhutla di lahan warga melalui dukungan personel
Pemerintahan Prabowo-Gibran mencatat capaian energi, mulai dari penghematan devisa biodiesel hingga target PLTS 100 GWp dan listrik desa.