FK-KMK UGM Dorong Sistem Asesmen Berkelanjutan Berbasis OBE
FK-KMK UGM dan UGM Press menggelar bedah buku tentang programmatic assessment untuk mendukung transformasi asesmen pendidikan kedokteran berbasis OBE.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik saat menjadi pembicara dalam bedah buku yang digelar di Balai Padukuhan Kelor Kidul, Kemadang, Tanjungsari, Kamis (4/6)./ Harian Jogja-David Kurniawan
GUNUNGKIDUL-Budi daya ternak ayam kampung super atau jowo super (joper) diyakini bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan. Hal ini disampaikan narasumber bedah buku berjudul Beternak Ayam Kampung Jawa Super, Sri Hastutik, di Balai Padukuhan Kelor Kidul, Kemadang, Tanjungsari, Kamis (4/6).
“Beternak ayam joper memiliki prospek bisnis yang bagus,” kata Sri.
Menurut dia, peluang ini bisa dilihat dari kebutuhan ayam kampung untuk konsumsi di masyarakat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warung makan serta wilayah Gunungkidul yang menjadi tujuan wisata dari berbagai daerah.
“Ini peluangnya. Selama ini banyak yang hanya dijadikan untuk konsumsi, tetapi kalau dikelola dengan baik bisa menjadi unit usaha baru yang dapat menambah penghasilan,” katanya.
Sri mengungkapkan, budi daya ayam joper tidak sulit. Terlebih lagi, masyarakat sudah banyak yang memelihara ayam kampung karena prosesnya tidak jauh berbeda.
Ditambahkan dia, pola budi daya ini tidak hanya memberikan manfaat berupa bertambahnya penghasilan dalam keluarga, tetapi juga membuka peluang untuk menggerakkan ekonomi warga secara menyeluruh.
Dia pun menggarisbawahi roda ekonomi masyarakat bisa bergerak apabila program budi daya dilakukan secara masif. Pasalnya, semakin banyak yang beternak ayam joper, maka kebutuhan pakan juga harus tersedia sehingga membuka lapangan usaha baru.
Selain itu, untuk proses pengolahan juga membutuhkan rumah pemotongan ayam yang dapat menjadi peluang usaha di masyarakat.
“Jangan lupa, kotoran ayam bisa menjadi pupuk yang bermanfaat di sektor pertanian,” katanya.
Sumber Inspirasi
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, menambahkan bedah buku Beternak Ayam Kampung Jawa Super yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY itu diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkarya.
Sesuai dengan buku yang dibedah, kata dia, warga bisa belajar berkaitan dengan kiat sukses beternak ayam joper.
“Buku adalah gerbang ilmu, sehingga saat dipelajari dengan seksama bisa mendapatkan pengetahuan yang dapat dipraktikkan agar bisa menjadi peluang usaha baru,” katanya.
Meski demikian, dia menyarankan agar pada tahap awal budi daya dilakukan dalam skala kecil karena masih dalam proses belajar.
“Beternak ayam ini sangat prospektif karena saya punya teman yang menggelutinya dan setiap kali panen terus mendapatkan untung. Tapi, bagi pemula harus bersabar dengan cara memelihara sedikit demi sedikit. Saya yakin kalau dilakukan dengan tekun bisa berhasil,” katanya.
Gus Im, sapaan akrabnya, menambahkan bedah buku digelar sebagai upaya meningkatkan minat baca di masyarakat.
“Kami berharap ini bisa menjadi momentum untuk mengampanyekan gerakan membaca di masyarakat sehingga literasi bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, Hari Setyawan, mengatakan bedah buku terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca di masyarakat.
“Negara bisa maju karena didukung banyaknya warga yang gemar membaca. Makanya, program meningkatkan minat baca di masyarakat terus digalakkan,” katanya.
Dia berharap buku yang diberikan bisa dibaca hingga tuntas agar dapat memberikan nilai manfaat lebih. Salah satunya, sesuai dengan tema buku tentang beternak ayam joper, yang dapat memberikan inspirasi dalam pengembangan usaha tersebut.
“Paling tidak buku ini diberikan ke anggota keluarga lain atau tetangga agar ikut membaca sehingga tingkat kegemarannya dapat ditingkatkan,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FK-KMK UGM dan UGM Press menggelar bedah buku tentang programmatic assessment untuk mendukung transformasi asesmen pendidikan kedokteran berbasis OBE.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
5 Juni 2026 memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Internasional Melawan Penangkapan Ikan Ilegal. Simak maknanya di sini.
Komitmen menjaga keberlanjutan jaringan irigasi sebagai penopang ketahanan pangan terus diperkuat melalui penyelenggaraan Workshop Gerakan Irigasi Bersih
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling pada 5 Juni 2026 untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi untuk kategori Pengendalian Inflasi Terbaik.