Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Orang Tua Soal Gizi dan MPASI

Media Digital
Media Digital Kamis, 23 Juli 2026 15:42 WIB
Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Orang Tua Soal Gizi dan MPASI

Momentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Program ini merupakan upaya berkelanjutan perusahaan untuk membantu intervensi gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pola hidup sehat./ Ist

Cegah Stunting Lewat Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Orang Tua Soal Gizi dan MPASI

KLATEN—Momentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Program ini merupakan upaya berkelanjutan perusahaan untuk membantu intervensi gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pola hidup sehat.

Program yang telah memasuki tahun keempat tersebut menargetkan 2.700 anak yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan.

Tidak hanya menyalurkan bantuan telur, Alfamart juga melengkapi program tersebut dengan edukasi mengenai makanan pendamping ASI (MPASI) dan pemenuhan gizi seimbang bagi para orang tua. Langkah ini dilakukan agar intervensi gizi berjalan lebih optimal melalui perubahan pola asuh, kebiasaan makan, serta peningkatan pemahaman keluarga tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli dimanfaatkan Alfamart untuk menghadirkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan dan ahli gizi kepada para orang tua penerima manfaat Program Satu Telur Sehari.

Salah satunya digelar di Kabupaten Klaten. Sebanyak 35 anak penerima manfaat bersama orang tuanya mengikuti edukasi gizi di Balai Desa Kradenan, Rabu (22/7/2026).

Dalam sesi edukasi tersebut, Bidan Desa Kradenan, Tantrie Rosariningtyas, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya asupan gizi, lingkungan yang kurang sehat, pola asuh yang belum optimal, hingga terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan.

Menurutnya, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase paling krusial dalam mencegah stunting karena menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak.

"Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan waktu terbaik untuk mencegah stunting. Sejak anak masih dalam kandungan, kebutuhan gizi ibu harus terpenuhi selama masa kehamilan. Setelah lahir, pemenuhan gizi seimbang pada anak juga menjadi faktor penting agar tumbuh kembangnya berlangsung optimal," ujar Tantrie.

Ia menambahkan, rentang usia 6 hingga 24 bulan merupakan periode penting untuk memperbaiki status gizi anak. Pada fase tersebut, pemberian protein hewani, termasuk telur, menjadi salah satu sumber nutrisi yang mendukung pertumbuhan, tentu disertai konsumsi makanan bergizi seimbang lainnya.

Dalam kesempatan itu, Tantrie juga meluruskan anggapan yang masih banyak dipercaya masyarakat bahwa pemberian MPASI harus ditunda hingga anak memiliki gigi.

"Awal pemberian MPASI bukan ditunggu sampai anak tumbuh gigi, melainkan saat anak sudah menunjukkan tanda kesiapan cerna dan fisik sekitar usia enam bulan. Jadi, orang tua tidak perlu khawatir memberikan MPASI bertekstur lembut meski anak belum tumbuh gigi, selama disesuaikan dengan tahap perkembangannya," jelasnya.

Selain itu, para orang tua juga diberikan berbagai contoh menu MPASI bergizi seimbang yang mudah dibuat di rumah, seperti bubur tim hati ayam, puree alpukat telur, sup saring daging sapi, hingga perkedel kentang ikan rebus agar menu anak lebih bervariasi dan menarik.

Jangkauan Program Terus Bertambah

Program Satu Telur Sehari Alfamart menyasar anak usia 1 hingga 3 tahun yang terdata terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah.

Selama enam bulan pelaksanaan yang dimulai sejak Mei 2026, setiap anak menerima bantuan satu butir telur setiap hari. Penyaluran dilakukan secara berkala melalui Dinas Kesehatan maupun kader Posyandu setempat sehingga pendampingan kepada penerima manfaat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Perjalanan program tersebut juga menunjukkan peningkatan dampak dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart mendistribusikan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota.

Program kemudian berlanjut pada 2024 dengan penyaluran 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota. Setahun berikutnya, jangkauan diperluas menjadi 25 kabupaten/kota melalui distribusi 189.000 butir telur kepada 1.000 anak.

Sementara pada 2026, program mencapai pelaksanaan terbesar sejak pertama kali dijalankan, yakni dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

"Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia," ujar Rani.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya telur yang disalurkan atau luasnya wilayah yang dijangkau, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil monitoring internal pada 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator perbaikan status gizi. Capaian tersebut menjadi dasar Alfamart untuk terus memperkuat kualitas program melalui pendampingan dan edukasi kepada para orang tua.

"Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan pemberdayaan. Harapannya, Program Satu Telur Sehari membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga dan berkontribusi pada upaya nasional menekan angka stunting," tutup Rani. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online