Lewat Aplikasi Senapati, Bayar Pajak di Gunungkidul Semakin Mudah
BKAD Gunungkidul meluncurkan aplikasi Sistem Elektronifikasi Pembayaran Pajak Terintegrasi (Senapati).
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul meluncurkan aplikasi Sistem Elektronifikasi Pembayaran Pajak Terintegrasi (Senapati). Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah akses pembayaran pajak sekaligus mengoptimalkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bumi Handayani./ Harian Jogja - David Kurniawan
GUNUNGKIDUL—Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul meluncurkan aplikasi Sistem Elektronifikasi Pembayaran Pajak Terintegrasi (Senapati). Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah akses pembayaran pajak sekaligus mengoptimalkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bumi Handayani.
Kepala BKAD Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, mengatakan aplikasi Senapati merupakan inovasi baru Pemkab Gunungkidul untuk mengoptimalkan PAD dari sektor pajak. Pasalnya, pembayaran kini dapat dilakukan secara daring sehingga asas transparansi dapat lebih terjaga.
"Ini sebagai bentuk upaya kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," kata Putro di sela kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2D) yang diselenggarakan di Hotel Santika, Kalurahan Logandeng, Playen, Rabu (22/7/2026).
Menurut dia, aplikasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi wajib pajak melalui fitur elektronik SPT, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencetak dokumen secara fisik. Di sisi lain, aplikasi tersebut juga menjadi upaya mencegah potensi kebocoran penerimaan sehingga PAD dapat dioptimalkan.
"Pembuatan aplikasi ini melalui proses yang panjang. Ke depan, kami membutuhkan dukungan berupa masukan dan saran untuk pengembangan serta peningkatan kualitas layanan," katanya.
Putro menjelaskan, nama "Senapati" memiliki makna filosofis karena diambil dari semangat seorang panglima perang yang mengatur strategi dan menjadi pilar utama bagi masyarakat.
Untuk mendukung kelancaran layanan, sistem Senapati telah terintegrasi secara real time dengan core banking BPD DIY. Integrasi tersebut memungkinkan setiap rupiah pendapatan daerah tercatat seketika sehingga dapat memitigasi risiko dalam pengelolaan anggaran.
"Ini bentuk transparansi kami. Aplikasi Senapati diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan menjadi daya ungkit bagi PAD," kata Putro.
Direktur Kepatuhan BPD DIY, Dian Ariani, mengatakan pihaknya mendukung penuh inovasi yang dilakukan Pemkab Gunungkidul melalui aplikasi Senapati. Program ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan digitalisasi melalui TP2D.
Menurut dia, aplikasi tersebut memberikan banyak manfaat karena pembayaran dapat dilakukan secara nontunai sehingga seluruh transaksi tercatat secara real time.
"Bisa dibayar kapan saja dan yang terpenting akuntabilitas serta transparansi tetap terjaga," katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengapresiasi peluncuran aplikasi Senapati sebagai sarana pembayaran pajak daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan program digitalisasi di Kabupaten Gunungkidul.
Menurut dia, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Gunungkidul terus mengalami peningkatan dan kini telah mencapai 97%.
"Senapati akan sangat membantu masyarakat karena pembayaran pajak dapat dilakukan secara online. Transformasi digital ini bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga mempermudah dan mempercepat layanan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut sangat penting dalam rang Rp364 miliar dan hingga saat ini telah terealisasi 59,6%. Mudah-mudahan dengan aplikasi Senapati, capaian pendapatan daerah dapat terus ditingkatkan,"ka optimalisasi PAD di Kabupaten Gunungkidul. Hingga 21 Juli 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp214,9 miliar.
"Target PAD tahun ini sebesar Rp364 miliar dan hingga saat ini telah terealisasi 59,6%. Mudah-mudahan dengan aplikasi Senapati, capaian pendapatan daerah dapat terus ditingkatkan," katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKAD Gunungkidul meluncurkan aplikasi Sistem Elektronifikasi Pembayaran Pajak Terintegrasi (Senapati).
Balai Kaswargan resmi diperkenalkan di Kampung Sayidan, Jogja. Ruang budaya baru ini diharapkan memperkuat seni, budaya, dan wisata masyarakat.
Bio Paulin membawa Pasuruan United promosi ke Liga 3 Nusantara. Eks bek Persipura itu kini membidik mimpi menjadi pelatih Timnas Indonesia.
OJK optimistis kredit UMKM tumbuh positif hingga akhir 2026. Kenaikan IKK dan kebijakan pembiayaan dinilai menjadi pendorong utama.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
John Herdman memastikan telah mengantongi 26 pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Satu slot kiper tambahan akan diumumkan di Jakarta.