FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026

Forum Anak Daerah DIY
Forum Anak Daerah DIY Sabtu, 16 Mei 2026 13:02 WIB
FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026

Rangkul Aspirasi Melalui Temu Hati #17, FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026./ Ist

Rangkul Aspirasi Melalui Temu Hati #17, FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026

JOGJA– Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang I, Dinas P3AP2 DIY, pada Sabtu (16/5/2026). Mengusung tema besar "Satu Sinergi Menggaungkan Aspirasi", kegiatan ini diinisiasi sebagai wadah untuk menyusun Suara Anak Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 yang akan menjadi bahan masukan serta usulan strategis kepada Pemerintah Provinsi DIY. Hasil rumusan ini nantinya diproyeksikan sebagai bentuk aspirasi dan gagasan nyata anak-anak untuk diintegrasikan ke dalam berbagai forum maupun dokumen kebijakan publik, seperti penyusunan Peraturan Daerah (PERDA), Peraturan Gubernur (PERGUB), Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG), hingga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Selain menjadi jembatan komunikasi dengan instansi pemerintahan, dokumen Suara Anak ini juga dipersiapkan sebagai acuan utama dalam menentukan fokus isu prioritas program kerja Forum Anak di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sekaligus menjadi kontribusi penting DIY dalam penyusunan Suara Anak Indonesia di tingkat nasional.

Ketua FAD DIY, Daru Erwin Kuncoro Aji, membuka acara dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak DP3AP2 DIY yang telah memfasilitasi penuh terselenggaranya acara ini. Dalam kesempatan tersebut, Daru juga memaparkan hasil survei penjangkauan isu dan suara anak yang telah dilakukan oleh FAD DIY sebelumnya. Hasil pemetaan isu tersebut nantinya akan didiskusikan secara mendalam oleh para delegasi untuk dirumuskan menjadi Suara Anak Daerah 2026.

Kehadiran dan antusiasme peserta mendapat sambutan hangat dari Zuli Marpuji Astuti S.S., M.Si., Kepala Bidang PHA, DP3AP2 DIY. Ia memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi para perwakilan anak dari seluruh kabupaten dan kota se-DIY. Kehadiran delegasi dari masing-masing Forum Anak Kabupaten/Kota ini dinilai sangat penting sebagai tahap pembekalan (capacity building) sebelum mereka menyusun Suara Anak DIY 2026.

Memasuki sesi materi pembekalan, Doddy Bagus Jatmiko, SE, Akt, CA dari Bapperida DIY, hadir memberikan pemahaman mengenai Pembangunan Berbasis Hak Anak. Dalam paparannya, Doddy menekankan pentingnya sinkronisasi arah kebijakan program perlindungan dan pemenuhan hak anak dengan target perencanaan daerah, mulai dari peningkatan pendidikan, kesehatan, hingga penurunan angka stunting dan perlindungan sosial.

Sesi selanjutnya diisi oleh Rose Merry Indrasari dari Yayasan Anak Bumi Dwipantara yang mengupas tuntas mengenai sejarah dan implementasi Konvensi Hak Anak. Rose Merry membedah prinsip utama hak anak, meliputi non-diskriminasi, mengutamakan kepentingan terbaik anak, serta hak untuk hidup dan berkembang. Lebih lanjut, ia menekankan alasan mengapa anak harus berpartisipasi, salah satunya karena pendapat anak akan memperkuat solusi untuk permasalahan anak itu sendiri.

Setelah seluruh pemaparan materi pembekalan usai, agenda kegiatan langsung dilanjutkan dengan sesi diskusi intensif. Dalam sesi ini, masing-masing delegasi memaparkan Hasil Suara Anak Kabupaten/Kota yang sebelumnya telah disahkan di wilayah masing-masing. Pemaparan ini bertujuan untuk memetakan dan menyatukan berbagai isu prioritas anak dari seluruh pelosok DIY. Rumusan prioritas yang telah disatukan tersebut nantinya akan digodok menjadi draf Suara Anak Provinsi yang siap dibawa dan disidangkan pada hari kedua pelaksanaan Temu Hati.

Kegiatan hari pertama ini ditutup dengan sebuah pesan penting dari materi Konvensi Hak Anak, bahwa setiap anak berhak untuk tumbuh dengan bahagia dan didengar suaranya. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online